Mengajar Guru TK Rosella Desa Tenjolaya


guru-tk-rosella-ciwidey

Mengajar guru TK PAUD Rosella (selanjutnya disebut Sekolah Rosella saja) di Desa Tenjolaya, Ciwidey tanggal 25 November 2014. Kesan yang diperoleh setelah mengajar selama hampir 4 jam adalah bahwa “sesedikit apapun ilmu yang kita miliki terasa begitu bermanfaat buat mereka.”

Sekolah Rosella (berasal dari nama bunga Rosella) adalah sebuah sekolah desa yang memiliki visi-misi yang luhur yaitu mendidik anak-anak desa setempat dan sekitarnya menjadi mandiri, siap bersekolah, dan siap mengabdi untuk desanya. Kemandirian dan kesiapan anak untuk bersekolah ditanamkan dan diasah melalui sentra-sentra pembelajaran yaitu sentra kreatif, sentra imajinasi, sentra rancang-bangun, dan sentra persiapan. Masing-masing sentra memiliki sarana dan fasilitas pembelajaran yang khas yaitu menggunakan barang-barang bekas namun tetap ramah lingkungan. Di sekolah ini terdapat miniatur sebuah toko/supermarket, meja kasir dengan cash registernya, ruangan kantor beserta meja-kursi, komputer dan teleponnya, pakaian pilot, pramugari, tentara, angkatan laut, penerbang, polisi, dokter, perawat, insinyur, dan lainnya.

Pendekatan, metode dan materi pengajaran di Sekolah Rosella tergolong unik dan khas namun tepat sasaran yaitu menekankan pada praktek simulasi dalam bentuk bermain peran yang diupayakan identik dengan peran-peran yang sedang mereka jalankan sehari-hari maupun peran-peran yang kelak akan mereka jalani dalam karir pekerjaan mereka. Misalnya: mencuci piring/baju untuk membantu orangtua, memandikan boneka seolah itu adiknya, menjadi pembeli/penjual di pasar, sebagai pembeli/kasir di toko/supermarket, direktur/pegawai di kantor, perawat atau dokter di rumah sakit, insinyur dengan topi kerjanya, dan lainnya.

Siswa-siswa TK PAUD Rosella berasal dari Desa Tenjolaya dan desa-desa sekitarnya. Mereka adalah anak-anak dari buruh tani, buruh kebun, kuli bangunan, tukang ojek, dan keluarga tidak mampu lainnya. Meskipun demikian, mereka terlihat bersemangat dan bangga bersekolah di Rosella. Begitu pula kebanggaan itu terpancar dari para orangtua mereka yang dengan setia mengantar dan menjemput mereka.

Sementara guru-guru Sekolah Rosella juga berasal dari Desa Tenjolaya dan desa-desa sekitarnya. Yang menarik adalah pada awal mereka memulai mengajar sebagai guru di Sekolah Rosella, pendidikan mereka tidak lebih dari hanya sebagai lulusan SMP. Bahkan ada dari mereka yang sebelumnya memiliki latar belakang yang abu-abu kalaupun tidak bisa dibilang gelap. Namun berkat kesungguhan belajar yang tinggi dan kesabaran mereka serta dukungan dari para pendiri, pembina dan donatur akhirnya mereka bisa lulus SMA dengan mengikuti Program Paket C dan bahkan bisa mengikuti kuliah yang akhirnya berhasil menggondol gelar Sarjana Pendidikan.

Pada awal pendiriannya, Sekolah Rosella tidak mendapat respon yang positif bahkan cenderung dicemooh oleh masyarakat sekitar maupun oleh aparat pemerintahan desa. Namun berkat keseriusan para guru, pendiri dan pembinanya maka saat ini Sekolah Rosella telah mendapat pengakuan sebagai sekolah PAUD terbaik se kabupaten. Kunjungan dan apresiasi dari Bupati ke Sekolah Rosella beberapa waktu lalu telah merubah persepsi masyarakat dan aparat pemerintahan Desa Tenjolaya menjadi positif dan mendukung penuh kegiatan-kegiatan yang dilakukan Sekolah Rosella. Lebih jauh dari itu, beberapa waktu lalu Sekolah Rosella juga telah mendapatkan kunjungan dari para guru sekolah untuk melakukan studi banding, kunjungan orang asing, dan permintaan untuk me’magang’kan siswa-siswa sekolah lain di Sekolah Rosella.

Di satu sisi, banyaknya apresiasi dari berbagai pihak terhadap Sekolah Rosella merupakan hal yang positif. Namun di lain pihak, hal tersebut dapat membuat Sekolah Rosella terbuai oleh pujian, bantuan, fasilitas, dan berbagai hal yang dapat mengaburkan bahkan menyimpang dari visi-misi semula yaitu sebagai sekolah yang mendidik anak-anak desa Tenjolaya dan desa sekitarnya menjadi mandiri secara pribadi baik di sekolah, di rumah maupun lingkungan rumah, siap bersekolah, dan siap mengabdi untuk desanya masing-masing, Desa Tenjolaya dan desa-desa di sekitarnya.

Bekasi, 30 November 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: