Al-Quran Terbukti, Gunung Itu Bergerak


Quran Surah An-Naml Ayat 88 :
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Allah SWT melalui Al-Quran menunjukkan bahwa gunung-gunung dan daratan itu tidak diam dalam tempatnya tetapi bergerak. Demikian sebagaimana yang telah diceritakan oleh Prof. Dr.-Ing. H. Fahmi Amhar dalam artikelnya “Geosparitual: Motion of Continental Shelf” di bawah ini:

Tahun pertama (1998) sepulang dari sekolah di Luar Negeri, saya diajak survey geodinamika. Tugas saya memasang perangkat GPS selama 5 hari di pulau Ternate. Perjalanan dari Ambon ke Ternate ditempuh dengan naik kapal motor ukuran sedang selama 48 jam. Di Ternate telah dipasang pilar geodinamika sejak 1996 di atas sebuah tanah batuan yang cukup besar dan sangat keras. Batuan itu (beserta pilar di atasnya) hanya akan bergeser kalau seluruh pulau Ternate bergeser.Survei ini dilakukan serentak di sekitar 30-an titik di seluruh Indonesia. Ada yang di Pulau Nias. Ada yang di pedalaman Papua. Yang beruntung kalau dapat lokasi di kota besar. Bisa menaruh alat dengan aman di sebuah gedung. Alat itu harus  menyala sampai 5 kali 24 jam non stop. Harapannya, yang co-incidence (absolut serentak) seluruh Indonesia ada 3 x 24 jam.

Karena titik-titik geodinamika itu diukur dengan prosedur yang amat sangat teliti, akurasinya beberapa milimeter. Dan karena titik-titik itu diukur teratur saban tahun, maka pergeseran beberapa centimeter akan tercatat, karena lebih besar dari akurasi atau kesalahannya. Dan benarlah, setelah 3 tahun berturut-turut, kita tidak hanya mendapatkan besaran pergeseran pulau-pulau di wilayah Indonesia, tetapi bahkan kecepatan dari pergeseran itu.

Dan karena pengukuran geodinamika ini juga dilakukan di seluruh dunia, kita akhirnya melihat bahwa seluruh benua yang ada saat ini ternyata bergeser. Bahkan kita bisa menduga kuat, bahwa dulu posisi benua-benua itu di tempat yang sama sekali berbeda, bahwa dulu pegunungan Himalaya adalah lautan dan sebagainya. Muncullah teori Motion of Continental Shelf. Teori pergeseran lempeng benua beserta seluruh pulau-pulau dan gunung-gunung di atasnya. Teori ini berguna untuk memperkirakan daerah-daerah rawan gempa, dan juga berguna untuk koreksi-koreksi jaring kontrol geodesi dan pemetaan.Semua pengetahuan ini baru bisa kita dapatkan setelah kita memiliki perangkat GPS-geodetik yang dapat mengukur koordinat posisi sebuah titik dengan sangat teliti.

Saya lalu tercenung, ketika membaca ayat Qur’an Surah An-Naml Ayat 88 sebagaimana dikutip di atas. Ternyata di dalam Qur’an, lebih dari 14 abad yang lalu, Rasulullah membacakan wahyu bahwa gunung-gunung itu sesungguhnya bergerak. Padahal tidak mungkin Rasulullah memiliki perangkat untuk mendeteksi pergerakan gunung-gunung itu. Informasi ini hanya mungkin datang dari Yang Menciptakan Alam semesta ini Masihkah kita Ingkar dan tidak mau beriman kepada-Nya (dengan menjalankan seluruh perintah-Nya). Sahabatku, Mari kita pakai akal kita untuk memahami (ayat-ayat Allah), mata kita untuk melihat (tanda-tanda kebesaran Allah), telinga kita untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Belumkah kita yakin bahwa Alam Semesta, Manusia, dan Kehidupan ini merupakan hasil cipataan-Nya.

Subhanallah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: