Suamiku Karyawan Outsourcing


Aku terkejut bukan kepalang ketika suamiku di ujung telepon mengatakan bahwa ia baru saja kehilangan pekerjaannya. Perusahaan atau yayasan outsourcing pengelola keamanan tempatnya bekerja baru saja diputus kontraknya dan pada saat itu juga digantikan oleh perusahaan pengelola jasa keamanan lainnya.

Perusahaan outsourcing tempat suamiku bekerja ternyata terbukti telah banyak melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan pada pasal-pasal yang tertera pada kontrak kerjasama dengan perusahaan yang memberikan pekerjaan pengelolaan jasa keamanan kepada mereka.

Sebagai istri aku tidak mau tahu alasan mengapa perusahaan tempat suamiku bekerja diputus kontraknya, yang aku pertanyakan adalah mengapa kok karyawan dengan mudah diberhentikan dari pekerjaannya padahal yang salah adalah perusahaan tempatnya bekerja.

Selain itu, aku pun mempertanyakan kenapa suamiku yang tidak melakukan kesalahan diberhentikan tetapi tidak mendapatkan pesangon, uang pengabdian atau apapun namanya sebagai uang yang ia dan keluargaku butuhkan untuk makan, bayar kontrak rumah dan menyekolahkan 3 orang anak kami yang saat ini 2 orang bersekolah di SD. Dari mana kami akan mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Sebagai istri aku tidak habis pikir kenapa aturan yang ada kok begitu tidak menjamin kehidupan rakyat yang banyak masih miskin. Kalau tidak ada jaminan untuk orang yang memang benar-benar bersalah itu sih masih wajar. Tapi kalau untuk orang-orang yang tidak bersalah mestinya harus dijamin dong…

Terbayang dalam pikiranku sebagai istri, aku tidak tega meminta uang belanja kepada suamiku yang sedang sedih dan pusing karena menganggur. Apa pula alasan yang akan aku dan suamiku katakan kepada anak-anak kami yang meminta uang jajan setiap harinya. Bahkan terbayang sampai berapa bulan anak-anak kami akan merasa malu karena sekolahnya menagih terus uang SPP yang kemungkinan tidak sanggup kami bayar.

Bagaimana pula dampak mental dari anak-anak kami yang mengalami kenyataan ini. Terbayang pula kami harus gali lobang tutup lobang dengan meminjam uang kesana-kemari untuk memenuhi kebutuhan hidup kami. Sungguh bayangan kehidupan yang pilu untuk dirasakan.

Sebagai istri aku hanya bisa berharap suamiku akan mendapatkan pekerjaan kembali, entah sebagai apa, bisa sebagai tukang ojek (karena masih punya motor yang baru saja lusan cicilannya), ikutan dengan saudaranya berjualan duku atau rambutan di pinggir jalan, menjadi buruh bangunan, burung panggul atau mengerjakan apa saja yang halal, bukan meminta-minta di pinggir jalan atau mencuri milik orang lain yang diharamkan dan tidak berkah buat keluarga kami.

Sebenarnya sebagai istri aku berharap perusahaan outsourcing tempat suamiku bekerja bisa segera mendapatkan kembali pekerjaan pengelolaan keamanan di suatu perusahaan sehingga ia dapat hidup normal kembali.

Namun setelah aku pikir-pikir, kalau hal itu terjadi maka akan ada sekian banyak istri-istri tenaga outsourcing lain yang akan mengalami nasib dan penderitaan yang sama dengan yang aku alami saat ini. Jadi kalau begitu kondisi seperti ini hanya akan memindahkan kesengsaraan dari satu keluarga miskin ke keluarga miskin yang lain. Sungguh aku tidak ingin hal ini terjadi pada keluarga siapa pun, sungguh ini suatu dilemma…

Sebagai istri aku merenung sangat lama sebelum akhirnya aku memutuskan untuk mempasrahkan semuanya kepada Sang Pencipta untuk menentukan semuanya. Aku hanya bisa berdoa dan terus-menerus memberi semangat kepada suamiku agar berusaha dan tidak putus asa untuk mencari pekerjaan untuk mendapatkan rezeki yang halal, soal hasilnya aku serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT yang maha pemberi rezeki, aamiin…

(Diinspirasi dari kejadian nyata)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: