Dikejar Buaya di Darwin, Larilah Lebih Cepat dari Teman Anda


image

Warga dan wisatawan yang traveling ke Australia utara, harus waspada terhadap serangan buaya. Belum ada siasat lari yang efektif kalau dikejar reptil buas ini. Cara terbaik, berlarilah lebih cepat dari teman Anda.

Keberadaan buaya memang dilestarikan di Darwin dan kawasan lain di Negara Bagian Northern Territory, Australia. Penduduk Kota Darwin dan sekitarnya pun dihadapkan pada dilema akan upaya pelestarian sekaligus risiko yang harus mereka hadapi.

Bagaimana tidak, persis di samping pelabuhan di sebelah utara kota Darwin, terdapat rawa-rawa dengan buaya berkeliaran bebas. Rawa-rawa tersebut berada tepat di pinggir jalan raya besar yang menghubungkan Darwin dengan wilayah-wilayah di sebelah selatan. Beruntung, pemerintah kota Darwin memberi pagar kawat besi yang membatasi rawa dengan jalan raya.

Pemerintah Northern Teritory juga sudah memberikan larangan, ataupun pemberitahuan untuk melintas ataupun berenang di setiap perairan baik itu danau ataupun rawa yang menjadi tempat bermukim buaya. Namun tetap saja, setiap tahun ada saja insiden buaya menerkam manusia di wilayah Darwin dan sekitarnya.

“Insiden mengenai orang diterkam buaya selalu terjadi. Itu yang akan coba kita cegah,” ujar Bill Zammit, staf Dinas Pariwisata Northern Teritory Australia. Menurut Bill, setiap masyarakat di Darwin harus mengetahui betul bagaimana tipe perairan yang cocok bagi buaya untuk bermukim. Karena menurutnya, jika seseorang sudah berada di dekat buaya, maka dia benar-benar dalam bahaya. “Lebih baik menghindari daripada harus bertemu dengan buaya,” kata Bill.

Bill menuturkan, awalnya beredar mengenai bagaimana cara efektif untuk menghindar dari kejaran buaya. Namun dari kronologi insiden yang terjadi, siasat tersebut tidak berlaku. “Misalnya katanya berlari zig-zag mampu mengecoh buaya. Sudah ada yang pernah mencobanya, tetap saja kakinya diterkam,” kata Bill.

Bill mengkisahkan, beberapa waktu lalu pernah ada tiga pemancing yang ngeyel tetap mencari ikan di sungai Adelaide, yang terdapat banyak buaya. Para pemancing ini sudah menjaga jarak dengan sisi sungai dan selalu berkonsentrasi menatap ke depan. Jika ada pergerakan mencurigakan dari dalam air, mereka segera berlari.

Para pemancing ini tak mendapatkan sinyal bahaya apapun selama beberapa jam. Namun tiba-tiba saja mereka dikejutkan oleh suara berisik di semak-semak yang berada di belakang. Begitu mendekat, mereka dikagetkan karena sesosok buaya berukuran besar sudah berada sangat dekat dengan mereka bertiga. “Buaya itu ternyata keluar dari sungai ke daratan dari titik yang lain dan berjalan melingkar. Hingga akhirnya menyerang dari belakang. Satu orang meninggal diterkam di sini,” kata Bill sambil menunjuk lehernya.

Menurut Bill, sampai sekarang belum ditemukan adanya teori yang teruji mengenai bagaimana berhadapan dengan buaya. Berlari saja secepat mungkin, lebih cepat dari teman Anda yang lain.”Jika Anda dikejar buaya, maka berharaplah ada yang berlari lebih lambat dari Anda. Di air maupun di darat, mereka bergerak lebih cepat dari manusia,” kata Bill.

Jika Anda berkunjung ke Darwin dan kawasan wisata di sekitarnya, pastikan Anda membaca petunjuk mengenai perairan-perairan yang ada di sana. Atau, berjalanlah bersama warga lokal yang tahu betul situasi setempat.

Sumber: detikTravel

Advertisements

2 Comments

  1. Evi said,

    July 13, 2013 at 9:55 am

    Penduduk Darwin senantiasa bertaruh dengan maut ya Pak. Untungnya mereka punya pemerintah yang care..Walau tiap tahun ada saja yg meninggal diterkam reptil buas ini..

  2. adilkurnia said,

    July 13, 2013 at 2:07 pm

    Mba Evi, terima kasih komennya. Cukup banyak penduduk Darwin yang punya boat/kapal sendiri karena hobby mancing di laut yang ada buaya malah sampe nginep lagi di atas kapal, mungkin itu asyik dan menantang buat mereka walau bahaya. Kalau baca koran lokal (NT News) tiap 1-2 bulan ada aja berita buaya yang merobek kapal, menggigit/melukai tangan/kaki/tubuh orang atau malah membunuh/makan orang. Sekitar 50-60% batas kota adalah pantai tapi tidak bisa direnangi karena banyak ubur2 dan buayanya. Betul pemerintahnya care banget, tiap ada kecelakaan meskipun kecil cuma sepasang kakek-nenek nyetir mobil pusing terus berhenti di pinggir jalan telpon polisi, maka datanglah mobil polantas, mobil polisi yang ada kerangkeng, ambulance dan pemadam kabakaran. Tetangga saya orang India asal Indonesia yang kawin dengan bule Aussy pernah habis muter2 naik sepeda pulang lemes terus telpon rumah sakit, eh datang semua tuh mobil2 itu dengan sirinenya yang berisik. Kita tetangga bahkan suami sendiri yang mau menolong dilarang oleh perawat/polisinya, luar biasa carenya… Saking takut heboh begitu, waktu sakit saya gak berani telpon dokter/RS tapi cukup minum panadol atau bodrex aja deh yang dibawa dari Jakarta, hehe…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: