Catatan Harian Dari Tanah Merege


Darwin, 5 Mei 2013

Ternyata banyak ide, gagasan dan peristiwa-peristiwa menarik bahkan penting telah menguap dan berlalu begitu saja tanpa sempat terdokumentasi, yang mungkin informasi tersebut kelak bisa bermanfaat buat banyak orang yang membacanya.

Untuk merangsang produktivitas dalam menulis yang semakin menurun akhir-akhir ini, mulai hari ini aku mencoba membuat tema baru di blog ini dengan judul “Catatan Harian Dari Tanah Merege”. Mengapa catatan harian? Karena aku berharap akan bisa menuliskan apa saja yang kupikirkan, kurasakan dan kulakukan setiap hari, walaupun hanya satu paragraf atau sedikitnya satu kalimat supaya tidak mandeg dan walaupun dengan bahasa yang seadanya belum tertata rapi asalkan masih tetap santun dan tidak melanggar undang-undang UTE. Tulisan atau tepatnya catatan itu juga tidak harus dilengkapi dengan gambar atau foto yang relevan. Bahkan sebaliknya catatan ini juga bisa hanya berupa gambar atau foto saja, atau dengan hanya sedikit komentar bahkan dengan judul saja juga tidak apa-apa, sudah cukup. Semua ini dilakukan demi produktivitas menulis. Mengapa Tanah Merege? Karena istilah ini digunakan oleh orang-orang Indonesia dahulu (Makassar, Kerajaan Goa, Kupang dan sekitarnya, bahkan konon Kerajaan Majapahit) untuk menyebut daerah Northern Territory (Darwin dan sekitarnya) yang saat ini telah menjadi bagian dari negara Australia.

Salam Bersahaja

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: