Pindahan Rumah


31 Mullamulla

Kami akhirnya pindahan ke rumah ‘villa’ di Karama ini pada tanggal 24 Oktober 2012, setelah menempati rumah ‘unit’ 9/1 Progress Drive di Coconut Grove sejak akhir Januari 2011 (1 tahun 9 bulan).

Setelah Sonida Ly pemilik unit rumah 9/1 Progress Drive menggaet agen real estate KG Young untuk mempercepat penjualan rumahnya, sejak saat itulah kami sibuk mencari unit penggantinya untuk tempat tinggal kami. Tapi tidak disangka mencari tempat tinggal dua kamar di Darwin pada saat peralihan Dry Season ke Wet Season ini menjadi pekerjaan luar biasa sulitnya. Baru mulai mudah dicari lagi nanti ketika mahasiswa liburan kuliah dan pulang kampung ke negara bagian lain atau ke negaranya masing-masing yaitu saat liburan natal dan tahun baru nanti.

Saat ini ketika suatu unit yang ditawarkan, banyak sekali peminatnya yang datang menengok saat open inspection kedalam rumah. Terbayang peluangnya tipis, apalagi status kependudukan kamiĀ  bukan Citizen atau Permanent Resident yang kerapkali menjadi prioritas dalam banyak situasi di Darwin ini. Belum lagi seringnya saya ijin pulang kerja lebih awal atau tidak masuk kerja untuk melakukan open inspection unit yang ditawarkan juga merupakan kerugian tersendiri yang telah mengurangi income yang didapat karena maklum karyawan rendahan sehingga perhitungan gaji didasarkan pada jam kerja bukan gaji bulanan.

Selain itu, rombongan keluarga kami yang terdiri dari 4 orang dengan 2 anak yang sudah bukan anak-anak lagi ini harus mencari unit/rumah dengan 3 kamar ternyata menjadi salah satu kendala. Peraturan yang berlaku di Australia tidak memperkenankan 2 anak yang berlainan jenis dengan usia di atas 12 tahun untuk tidur bersama dalam 1 kamar. Hal ini sudah pasti akan menambah budget kalau kami menyewa unit dengan 3 kamar. Ternyata karena hal ini pula maka beberapa aplikasi kami untuk beberapa unit yang ditawarkan selalu ditolak oleh agen penyewanya.

Mengingat waktu yang semakin mepet dimana kami harus angkat kaki dari unit di Progess Drive pada tanggal 26 Oktober maka kami segera bergerilya menghubungi orang-orang Indonesia di Darwin untuk mencari informasi tempat tinggal yang bisa segera ditempati tanpa harus melalui agen yang membutuhkan waktu lama. Setelah menemui beberapa orang Indonesia yang dianggap punya network cukup luas, akhirnya kebaikan hati keluarga Pak Ridwan maka kami bisa menempati rumah Ridha-Bonie, anak-menantunya di daerah Karama yang jaraknya kira-kira hampir 10 kilometer dari unit rumah kami yang lama dimana hampir semua aktivitas kami berada di sekitar sana, yaitu tempat isteri kuliah dan saya bekerja di kampus Casuarina, tempat saya bekerja di Casuarina Senior College, tempat anak perempuan kami di Kentucky Fried Chicken Bagot Road, dan Halte untuk Bus No. 4 ke Darwin Middle School tempat anak lelaki kami bersekolah.

Di rumah tiga kamar yang bagus dan tepatnya mirip villa ini kami tinggal jauh dari keramaian dan semua tempat yang biasanya kami beraktivitas sehari-hari. Inilah tempat terbaik yang tersedia dalam situasi yang sulit untuk mencari tempat tinggal dengan segala kendala yang ada.

Semoga saja tempat yang nyaman ini tetap dapat menunjang aktivitas kami sehari-hari, aamiin…

Darwin, 24 Oktober 2012

Prasasti Makassar di Darwin