Pesona Indonesia 2012 – Keluarga Nigeria Suka Indonesia


Pesona Indonesia 2012 - Keluarga Nigeria

Diantara penonton dari berbagai negara terdapat satu keluarga asal Nigeria yang sudah sekitar 5 tahun menetap di Darwin turut hadir menyaksikan pagelaran Pesona Indonesia 2012. Pagelaran Pesona Indonesia ini diselenggarakan dalam rangka acara Darwin Festival yang dilaksanakan setiap tahun yang diisi dengan serangkaian acara selama lebih kurang sebulan yang biasanya jatuh di bulan Agustus. Keluarga Nigeria ini datang jauh lebih awal bahkan lebih dulu daripada rombongan penabuh gamelan yang diminta tampil duluan untuk mengiringi kedatangan para penonton dengan alunan musik asal Jawa yang khas Indonesia itu. Mereka memilih duduk dengan menggelar kain lebar tepat di sisi kanan di depan panggung, bahkan lebih dekat ke panggung dibanding deretan kursi untuk para tamu terhormat seperti Chief Minister Northern Territory Paul Henderson, Ketua Partai Oposisi (liberal) NT Terry Mills, Konsul Jenderal RI di Darwin Ade Padmosarwono serta para undangan terhormat lainnya yang bakal duduk di sana. Mereka sekeluarga sudah lama mengenal Indonesia dan menjadi semakin mengenal ketika anak pertama mereka memilih Bahasa Indonesia sebagai pelajaran yang akan dikuasai sekaligus untuk mengenal budaya dari negara tersebut. Dengan fasih dia bisa mengutarakan kata-kata “Apa kabar?”, “Selamat pagi”, “Selamat siang”, “Selamat Sore”, “Selamat malam”, “Sampai jumpa…” dan kata yang paling sering diucapkan adalah “Baguuusss…”. Tampaknya semua kata-kata itu adalah “greetings” yang harus dikuasai setiap siswa yang belajar Bahasa Indonesia. Nah kali ini mereka ingin mengenal lebih jauh mengenai Indonesia melalui lagu-lagu, tarian-tarian, serta bersama orang-orang non-Indonesia lainnya ingin merasakan suasana keragaman Indonesia ditengah-tengah ratusan masyarakat Indonesia yang hadir malam itu di Botanical Garden Darwin. Di akhir bincang-bincang kami, dengan ramah mereka mengijinkan saya untuk berfoto bersama, dan diakhir pertemuan kami tak lupa anaknya yang besar mengatakan “Sampai jumpa…”.

Terima kasih keluarga Nigeria, kalian telah menyukai negeri kami… Kami menjadi terketuk untuk lebih mencitai negeri kami lebih daripada orang-orang dari negeri lain…

Darwin, Agustus 2012

Allah SWT Menolak 1 dari 3 Doa Rasulullah SAW


Foto: Republika Online

Kerukunan diantara umat Islam di dunia nampaknya akan sangat sulit dicapai, benarkah demikian?

Dalam sebuah riwayat, Amir bin Said dari bapaknya berkata bahwa: “Suatu hari Rasulullah SAW telah datang dari daerah berbukit. Rasulullah SAW sampai di masjid Bani Mu’awiyah lalu beliau masuk ke dalam masjid dan menunaikan sholat dua rakaat, maka kami pun turut sholat bersama Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW berdoa dengan doa yang agak panjang kepada Allah SWT. Setelah selesai beliau berdoa maka Rasulullah SAW pun berpaling kepada kami lalu bersabda yang artinya: “Aku telah bermohon kepada Allah SWT tiga perkara, dalam tiga perkara itu Dia cuma mengabulkan dua perkara saja dan satu lagi ditolak.

  1. Aku telah memohon kepada Allah SWT supaya Dia tidak membinasakan umatku dengan musim paceklik yang berkepanjangan. Permohonanku ini dikabulkan oleh Allah SWT.
  2. Aku telah memohon kepada Allah SWT supaya umatku ini jangan dibinasakan dengan bencana tenggelam (seperti banjir besar yang telah melanda umat Nabi Nuh AS). Permohonanku ini telah dikabulkan oleh Allah SWT.
  3. Aku telah memohon kepada Allah SWT supaya umatku tidak dibinasakan karena perselisihan sesama mereka (peperangan antara sesama Islam). Tetapi permohonanku ini telah tidak dikabulkan (telah ditolak).

Hal ini salah satunya telah dibuktikan oleh kenyataan bahwa keruntuhan kejayaan Islam di Andalusia – yang telah tujuh abad menguasai Eropa – diawali oleh adanya perselisihan dan peperangan antara kelompok-kelompok Islam di dalamnya. Begitu pula halnya dengan bangsa Arab Muslim di Timur Tengah yang hampir tidak pernah berhenti dari perselisihan diantara mereka sendiri, bahkan hingga sekarang. Bagaimana dengan kerukunan umat Islam di Asia Tenggara dan belahan bumi lainnya?

Sungguh menjadi tugas berat bagi para pemimpin Islam untuk menjaga kerukunan diantara mereka sendiri…

Darwin, 11 Agustus 2012