Janganlah Takut Berpisah dengan Negerimu


Seorang bijak berkata: “Jangan takut berpisah dengan negerimu untuk mendapatkan keinginanmu, karena jika engkau bangkrut (gagal) maka orang-orang yang mengenalmu akan mengingkarimu namun sebaliknya jika engkau kaya (berhasil) maka orang-orang yang mengingkarimu akan mengenalmu.”

(Al-Amtsal wal Hikam)

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, engkau akan mendapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir air menjadi jernih, jika tidak air akan keruh menggenang

Singa, jika tidak meninggalkan sarang maka tidak akan mendapatkan mangsa
Anak panah jika tidak meninggalkan busur maka tidak akan mengenai sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandangnya

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tidak ubahnya seperti kayu biasa jika tetap di dalam hutan

(Imam Syafi’i)

Advertisements

2 Comments

  1. June 28, 2012 at 1:09 pm

    Seorang bijak berkata: “Jangan takut berpisah dengan negerimu untuk mendapatkan keinginanmu, karena jika engkau bangkrut (gagal) maka orang-orang yang mengenalmu akan mengingkarimu namun sebaliknya jika engkau kaya (berhasil) maka orang-orang yang mengingkarimu akan mengenalmu.”

    (Al-Amtsal wal Hikam)

    Maaf, waktu saya masih sekolah kalimat yang dianggap “bijak” ini jadi perdebatan dikalangan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), terutama sahabat-sahabat IPNU dari Jawa yang masih menganut “mangan ora mangan ngumpul”

    Seseorang yang jauh di negeri orang ketika kemudian “sukses” itu adalah harapan dan seseorang yang berada dikampung halamannya kemudian “sukses” itu melebihi harapan yang ada.

    Kata kuncinya adalah “sukses”, dimana?…….ya dimana saja, kalau bisa di negeri sendiri kenapa harus ke negeri orang?

    Adapun kalimat “jika engkau bangkrut (gagal) maka orang-orang yang mengenalmu akan mengingkarimu” dan kalimat sebaliknya adalah kalimat pesimis yang dalam Islam tidak diajarkan.

    Kalimat lain dari artikel diatas menurut saya kaitanya dengan bagaimana seseorang atau sesuatu itu bisa diberdayakan ; bagaimana caranya, dengan apa diberdayakan dan untuk apa diberdayakan.

    Setiap orang tidak bisa berlepas diri menunggu hujan uang atau hujan emas dari langit, tetapi harus diupayakan with “the real action”.
    Oleh karena itu saya berpendapat bahwa jauhkan mimpi, tapi berbuatlah sekarang “no dream but action”.
    Bukan “dimana kita melakukan” tetapi “apa yang kita lakukan”
    Bukan “kapan kita dapat melakukan” tetapi “sekarang kita lakukan”

    Sukses!

  2. budi wahyudi said,

    June 30, 2012 at 11:01 am

    Penulis hanya mencari legitimasi atas dirinya yang sekarang tinggal di negeri orang pada dasarnya setiap orang memiliki dasar pemikiran tentang kesuksesan adalah tergantung lingkungan yang telah mendidiknya menjadi seorang pribadi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: