Cita Rasa Top End – Wisata di Darwin


Image

Cicipi cita rasa Asia dengan suasana tropis di Mindil Beach Sunset Market di Darwin, antara bulan Mei sampai Oktober.

Pohon kelapa melambai-lambai di kala matahari terbenam, ditemani dengan aroma mi pedas dan sate panas di udara.  Selamat datang di Mindil Beach Sunset Market di Darwin – di mana Anda dapat mencicipi cita rasa Asia Pasifik serta seni dan kerajinan lokal dalam suasana tropis yang sejuk.

Diadakan setiap Kamis pada bulan-bulan musim kemarau yaitu antara bulan Mei sampai Oktober, pasar yang ramai ini merupakan bagian dari suasana khas Darwin.  Penduduk setempat mulai berdatangan saat petang, lengkap dengan meja, kursi, karpet dan anak-anak mereka, lalu menempati pantai atau rumput untuk melihat matahari terbenam berwarna merah menyala dan bintang-bintang yang bermunculan. 

Seperti Darwin, pasar ini merupakan tempat perpaduan masakan dan budaya. Orang-orang yang berasal dari 50 lebih suku bangsa tinggal di Darwin dan lebih dari 30 cita rasa nasional yang eksotis – seperti dari Aborigin, Islander, Thailand, Indonesia, Cina dan Eropa – tampil di berbagai kedai makanan yang lezat di Mindil Beach.

Darwin lebih dekat ke Indonesia daripada ke Sydney dan Anda dapat mencicipi masakan Indonesia tradisional yang lezat seperti sate saus kacang, gado-gado dan hidangan mi.  Atau kunjungi Thailand dengan semangkuk sup tom yum yang pedas atau kari ayam hijau.  Dengan aroma serai yang terbawa angin hangat, sangatlah menggoda untuk mengunjungi Vietnam (atau setidaknya kedainya) untuk mencicipi lumpia tipis yang harum dan lezat.  Cicipilah laksa Melayu yang harum, sate daging sapi yang halal atau makanan khas hutan semak setempat.  Buaya, kerbau dan barramundi hanyalah beberapa masakan khas Teritorial Utara yang lezat dan segar.  Bila Anda ingin mencicipi makanan yang lebih tradisional, terdapat daging guling, burger serta ikan dan kentang goreng.  Setelah itu cuci mulut Anda dengan salah satu dari aneka hidangan buah tropis, jus dan hidangan pencuci mulut.  Rasakan crepes Prancis, kue ketan atau puding talas dalam piring bambu. 

Setelah selera Anda terpuaskan, pasar ini mempunyai kedai kesenian dan kerajinan dengan ciri khas lokal yang dapat dijelajahi.  Belilah kesenian khas daerah padang semak, pakaian buatan tangan, boneka dan tembikar.  Untuk kenang-kenangan kunjungan Anda, bawalah didgeridoo, karya seni kaum Aborigin atau dompet atau gelang yang terbuat dari kulit buaya lokal.  Intiplah masa depan Anda dengan ramalan kartu tarot atau pelajari cara melecutkan cambuk dari ahlinya.  Dengarkan puisi daerah padang semak atau cobalah pijat ala Thailand.  Hiburan yang tersedia beragam mulai dari penyanyi kabaret hingga band rock Aborigin kontemporer untuk melengkapi malam Mindil yang ekletik dan penuh aksi. 

Bawa kursi dek dan berangkat lebih awal untuk mendapatkan tempat.  Mindil Beach adalah tempat untuk merasakan cita rasa multibudaya, matahari terbenam yang spektakuler dan kebebasan yang menyegarkan di Darwin.

Sumber: http://www.australia.com/id/explore/cities/darwin/nt-mindil-markets.aspx

Rute Ghan – Wisata Kereta di Darwin


Image

Adelaide – Alice Springs – Darwin
3 hari perjalanan kereta

Berkelana dari selatan sampai ke utara Australia dalam salah satu perjalanan kereta terseru di dunia.  Naiklah di Adelaide dan saksikan pemandangan perbukitan hijau Australia Selatan berganti menjadi bentangan gurun Red Centre yang berdebu dan akhirnya memasuki kawasan Top End yang beriklim tropis.  Atau naik dari Darwin dan saksikan pemandangan alam bergulir dari arah sebaliknya.  Jelajahi kota-kota pedalaman ternama di Alice Springs dan Katherine dalam tur saat kereta berhenti.  Kunjungi tempat-tempat keramat Aborigin di sekitar Alice Springs atau ikuti penerbangan helikopeter wisata melintasi Simpsons Gap.  Anda dapat naik perahu menyusuri ngarai Katherine Gorge, berkano di sepanjang Sungai Katherine atau memilih berbagai petualangan ala Ghan lainnya.

Image

Rute Ghan

Hari 1 – Adelaide ke Alice Springs

Naik dari Adelaide saat tengah hari
Duduk santai di kabin atau kursi Anda, dan saksikan tebing-tebng Adelaide yang anggun semakin mendatar menjadi negeri anggur, gurun dan kawasan semak.  Anda akan melewati daerah pesisir Coonamia dan Port Augusta.  Seberangi Dog Fence, pagar terpanjang di dunia dan melesat melalui Cadney Homestead di pintu masuk menuju Painted Desert.  Saksikanlah kota-kota kecil di tepi rel dan tanah Aborigin yang luas, di mana masyarakatnya telah menjaga hubungan mereka dengan tanah ini selama ribuan tahun.  Di pagi hari, Anda akan melewati perbatasan Teritorial Utara dan terus berkelana ke Kulgera, sebuah kota kecil di padang semak, dan melewati Sungai Finke yang berpasir.  Puaskan mata melihat pemandangan aneka warna ini dengan ditemani teh pagi sebelum akhirnya tiba di Alice Springs.

Image

Red Centre

Hari 2 – Alice Springs ke Katherine

Tiba di Alice Springs saat tengah hari
Jelajahi Alice Springs melalui berbagai tur yang tersedia saat kereta berhenti.  Kenali para perintis pedalaman di area ini atau perdalam pengetahuan Anda tentang sejarah Aborigin dengan pemandu dari suku Arrernte Tengah.  Kunjungi sebuah peternakan unta atau saksikan kehidupan burung dan hewan liar di Taman Gurun Alice Springs.  Anda juga dapat terbang melintasi Simpson’s Gap dan Larapinta Trail dengan helikopter, atau dengan kendaraan ATV melintasi gurun.  Untuk menikmati pemandangan dengan derap sesuka hati, naiklah bus bolak-balik selama 70 menit bersama pemandu yang berpengalaman, dan Anda dapat naik turun sesuka hati di tempat-tempat wisata utama.  Naik kembali ke kereta di sore hari dan saksikan kereta berangkat dari Alice sebelum matahari beristirahat di balik cakrawala.  Di pagi hari, kereta Anda akan berpacu melewati kota tambang emas Tennant Creek dan memasuki kota perintis Katherine yang bersejarah.

Image

Mataranka

Hari 3 – Katherine ke Darwin

Tiba di Katherine pagi hari
Turunlah di Katherine sesaat setelah sarapan dan ikutlah salah satu dari berbagai tur setengah hari yang tersedia.  Anda dapat berlayar melintasi tebing-tebing batu pasir ngarai Katherine Gorge yang menakjubkan atau terbang melintasi ngarai-ngarai yang saling berhubungan, dengan helikopter.  Saksikan burung-burung dan satwa di Taman Nasional Nitmiluk dari jarak dekat melalui pelayaran lintas alam atau berkano di sepanjang Sungai Katherine.  Jika Anda hanya ingin menjelajahi kota, naiklah bus bolak-balik dan turun di berbagai tujuan wisata seperti Railway Museum, Springvale Homestead yang bersejarah dan galeri seni Aborigin setempat.

Berangkat dari Katherine saat siang menjelang
Kereta akan melewati kota tambang emas tua Pine Creek dan Adelaide River, yang pada saat Perang Dunia II dahulu merupakan markas militer ketika Jepang mengebom Darwin, dan merupakan rumah bagi satu-satunya tempat pemakaman perang di tanah Australia.  

Tiba di Darwin saat senja
Dataran berdebu akan berubah menjadi dedaunan hijau tropis saat memasuki ibu kota Darwin. Perjalanan Ghan Anda berakhir di sini, tapi Anda dapat melanjutkan petualangan di Darwin seperti di taman-tamannya, pelabuhan, objek wisata bersejarah dan berbagai festival dan pasar di udara terbuka.  Darwin juga merupakan pintu masuk ke air terjun dan kolam bebatuan di Taman Nasional Litchfield serta komunitas penuh warna di Kepulauan Tiwi.

Image

Sumber: http://www.australia.com/id/explore/itineraries/sa-ghan.aspx

Nature’s Way – Wisata di Darwin


Image

Darwin-Taman Nasional Kakadu-Taman Nasional Litchfield-Darwin

5 hari berkendara dan berlayar

Susuri lahan basah Adelaide dan Sungai Mary menuju Taman Nasional Kakadu yang terdaftar sebagai Warisan Dunia.  Di sini, berjalan-jalanlah menembus padang semak melalui lereng-lereng curam dan hutan hujan yang rimbun, dan temukan harta karun seni cadas Aborigin.  Kenali sejarah kaum perintis Teritorial ini di Pine Creek, lalu luangkan waktu untuk berenang dalam kolam-kolam sejernih kristal di bentang alam ala tarzan Taman Nasional Litchfield.  Anda dapat melakukan perjalanan impian ini di atas jalan beraspal mulus dengan kendaraan gardan tunggal.

Image

Crocodile

Hari 1 – Darwin ke Taman Nasional Kakadu

Perjalanan sejauh 250 km ini melewati jalan raya Arnhem Highway menuju Jabiru, sebuah kota unik di tengah-tengah Taman Nasional Kakadu yang terdaftar sebagai Warisan Dunia.  Di perjalanan, Anda dapat singgah sebentar untuk menjelajahi surga margasatwa di Fogg Dam Conservation Reserve di hilir Sungai Adelaide.  Atau memegang ular piton dan melihat buaya air asin dari jarak dekat di Jumping Crocodile Cruise.  Bermalamlah di Jabiru, yang menawarkan berbagai akomodasi dan wisata singkat ke Kakadu, serta kolam renang berukuran Olimpiade, lapangan tenis dan lapangan golf.

Image

Kakadu National Park

Hari 2 dan 3 – Taman Nasional Kakadu

Luangkan beberapa hari untuk menjelajahi air terjun, lahan basah dan galeri seni cadas Aborigin di Kakadu.  Berjalan-jalanlah di padang semak, memancing ikan kakap putih atau melihat buaya air asin di lahan basah.   Saksikan bagaimana kisah leluhur Dreamtime yang memahat gunung menjadi Nourlangie Rock, dan simak beberapa contoh seni sinar-X terindah di dunia di Ubirr Rock di timur laut Kakadu.  Teruskan petualangan Anda melewati South Alligator Valley ke kawasan bebatuan yang belum ramai dikunjungi di sisi selatan Kakadu.  Di sini Anda dapat mendaki ke puncak Air Terjun Gunlom, yang menjadi terkenal dalam film Crocodile Dundee sebagai Echo Pool.  Setelah menjelajah kolam bebatuan, Anda dapat memasak di perkemahan di kaki tebing Arnhem Land dan berkemah di sini.  Luangkan hari kedua Anda dengan berlayar melewati lahan basah bersama pemandu Aborigin setempat.  Saksikan buaya air asin dan berbagai jenis burung, seperti brolga, jabiru, bebek bersiul, radjah shellduck, angsa magpie dan berbagai spesies kingfisher dan heron.  Setelah itu, terbanglah di atas panorama Kakadu yang indah dalam pesawat terbang wisata.

Image

Litchfield National Park

Hari 4 – Taman Nasional Kakadu ke Taman Nasional Litchfield

Dari Jabiru, lanjutkan ke arah selatan melewati Pine Creek dan saksikan gedung-gedung yang dibangun saat era demam emas tahun 1870-an.  Kunjungi stasiun kereta dari tahun 1888 yang kini menjadi museum dan saksikanlah mesin-mesin tambang asli di Miner’s Park Bakery.  Simak pemanggang roti dari bijih besi galvanisasi yang dahulu dipakai Jimmy Ah You dan putranya untuk memanggang roti bagi para prajurit Perang Dunia II.  Lalu pelajarilah sejarah komunitas Cina di kawasan ini, di National Trust Museum di Pine Creek.  Kemudian Anda dapat kembali ke Explorer’s Way, lalu berhenti untuk bermalam di Batchelor, sebuah kota kecil yang rapi di pintu masuk Taman Nasional Litchfield.

Image

Litchfield National Park

Hari 5 – Taman Nasional Litchfield ke Darwin

Berenanglah di kolam-kolam sejernih kristal, saksikan air terjun yang bergemuruh dan lihat dari dekat ribuan sarang rayap yang menjulang di bentang alam ala Tarzan di Taman Nasional Litchfield.  Berenanglah di kolam rendam di dasar Air Terjun Florence atau jelajahilah hutan hujan monsun di sekitarnya.  Berpiknik di dekat kelelawar pemakan buah di Air Terjun Wangi dan lihatlah bentangan lembah dari Air Terjun Tolmer.  Ikuti pesiar untuk melihat-lihat satwa liar di sepanjang Sungai Reynolds, yang di sebelahnya terdapat peternakan yang masih aktif.  Di akhir hari, berkendaralah selama satu setengah jam kembali di jalan raya menuju Darwin.

Sumber: http://www.australia.com/id/explore/itineraries/nt-natures-way.aspx

Taman Nasional Litchfield


Image

Taman Nasional Litchfield, dengan hutan yang rindang, air terjun yang spektakuler, kolam rendam yang berkilau dan busut anai-anai yang menjulang tinggi merupakan tujuan wisata yang semakin populer dari Darwin.  Dari Teritorial Utara, taman nasional ini dapat ditempuh cukup dengan berkendara selama dua jam.  Terlebih lagi, semua objek wisata alam yang utama – di antaranya Buley Rockhole dan Air Terjun Florence, Tolmer dan Wangi yang fantastis – dapat diakses dengan mudah dari jalan utama Litchfield. Tengok langsung busut anai-anai yang dibangun dengan cermat, nikmati berenang di kolam-kolam yang dikitari tumbuhan pandan dan ikuti wisata jalan kaki yang permai dalam sebuah tamasya sehari.  Atau Anda dapat menginap, berkemah dan menjelajah atau berkendara mobil 4WD menuju daerah-daerah yang lebih terpencil dalam taman nasional ini. 

Rute utama menuju Taman Nasional Litchfield adalah jalan raya beraspal Stuart Highway, melalui Batchelor, kota kecil yang menjadi gerbang ke taman nasional.  Anda juga bisa menikmati guncangan dalam kendaraan saat melewati jalan berbatu melintasi Cagar Alam Berry Springs, meskipun jalan ini biasanya terputus selama musim hujan, yaitu mulai bulan November hingga April.  Jika Anda lebih suka berfokus pada pemandangan daripada berkendara, Anda dapat bergabung dengan salah satu dari sekian banyak tur serba ada yang berangkat dari Darwin. 

Hanya beberapa kilometer setelah pintu masuk taman nasional, Anda bisa melihat ladang busut anai-anai raksasa yang menyerupai batu nisan.  Jutaan pasukan kuat anai-anai kecil telah membangun busut ini secara tegak lurus demi melindungi bagian dalamnya dari sengatan sinar matahari.  Anda akan takjub melihat bangunan-bangunan yang mereka rancang dengan cerdas – banyak di antaranya memiliki tinggi lebih dari dua meter – dari papan titian yang terletak tak jauh. 

Dari sini, berbagai air terjun akan memikat Anda dengan interval yang teratur selama melintasi jalan beraspal.  Anda bisa berenang di bawah dua arus pancuran Air Terjun Florence atau mengapung dan memandang parit hutan tanaman sulur.  Anda juga bisa berpiknik di dekat wallaroo dan walabi batu telinga pendek, lalu mendaki untuk melihat bentang alam yang spektakuler.  Dari sini, jalur jalan kaki Florence Creek Walk sejauh 1,5 km akan membawa Anda menuju Buley Rockhole yang ternama, serangkaian spa alam dan whirlpool yang dikitari oleh padang semak yang sunyi.  Lebih lanjut, Anda bisa mampir untuk melihat Air Terjun Tolmer yang bergemuruh melewati dua tebing yang terjal, dan mengikuti jalur jalan kaki Tolmer Falls Walk yang mudah melintasi negeri batu pasir berwarna kemerahan. 

Dari Greenant Creek yang terletak tak jauh, sebuah penjelajahan pulang pergi selama 90 menit akan membawa Anda ke puncak Air Terjun Tjaetaba, sebuah situs keramat suku Aborigin.  Selanjutnya yang wajib dikunjungi adalah Air Terjun Wangi, air terjun paling besar dan paling mudah diakses di Litchfield.  Berenanglah di kolam rendam, berpiknik dengan kawanan kelelawar buah yang sedang lelap dan berjalan kaki menuju anjungan tinjau di kaki air terjun.  Dari sini, penjelajahan Wangi Falls Walk berlanjut menembus hutan monsun dan menaiki tebing batu yang curam.  Lebih lanjut, di lintasan menuju Walker Creek terdapat delapan bumi perkemahan rockhole, sebuah area piknik dan banyak tempat berenang yang sunyi.  Objek wisata terakhir yang dilewati jalan beraspal adalah Bamboo Creek, lokasi sebuah bekas tambang timah. 

Keluar dari jalur, Anda bisa berkendara 4WD menuju kubah-kubah batu pasir yang termakan cuaca di The Lost City atau menuju puing-puing bersejarah Blythe Homestead Ruins, juga lokasi sebuah tambang timah dan tembaga kuno.  Kunjungi air terjun Surprise Creek Falls atau Tjaynera (Sandy Creek), di mana terdapat jalan setapak yang diapit tumbuhan sikas menembus lembah menuju kolam berendam.  Untuk sebuah sudut pandang yang berbeda, Anda bisa ikut serta dalam penerbangan permai dengan menumpang helikopter atau bergabung dalam sebuah pesiar satwa liar menyusuri Sungai Reynolds.  Luangkan waktu selama dua atau tiga hari untuk menjelajahi dataran tinggi batu pasir yang berbukit melalui jalur penjelajahan Tabletop Track sejauh 39 km, menginap semalam di Air Terjun Florence, Tabletop Swamp atau Greenant Creek.

Untuk sebuah petualangan beberapa hari yang lebih dekat dengan objek wisata utama, Anda bisa mendirikan sebuah tenda di lokasi-lokasi berkemah yang permai di dekat Air Terjun Wangi dan Florence, Buley Rockhole dan Walker Creek.  Sebagai alternatif, Anda bisa menginap pada malam harinya di Batchelor atau kembali ke Darwin, di mana Anda bisa membahas petualangan Litchfield Anda dengan warga setempat yang sama-sama antusias.

Sumber: http://www.australia.com/id/explore/states/nt/nt-litchfield-nat-park.aspx

Kemeriahan Festival di Musim Kemarau


Image

Di kebanyakan tempat di dunia, musim dingin berarti saatnya mengenakan baju berlapis-lapis dan berdiam di dalam rumah.  Tidak demikian di Teritorial Utara Australia, musim kemarau mulai bulan Mei sampai Oktober adalah waktu yang sempurna untuk menyelenggarakan perayaan di alam bebas.  Nikmati musik rock di bawah gemerlap bintang di festival musik Bass in the Grass di Darwin.  Menyoraki unta favorit Anda di Imparja Camel Cup yang meriah di Alice Springs.  Temukan irama kuno budaya khas Aborigin di Festival Garma yang ternama di dunia dan diadakan di Arnhem Land.  Siang hari yang hangat dan malam hari yang sejuk saat musim dingin di Teritorial Utara membuat tempat ini cocok untuk menyelenggarakan beragam perayaan, mulai dari yang unik hingga yang sakral. 

Perayaan dimulai pada bulan Mei di Festival Darwin – 18 hari yang penuh dengan musik, tarian, teater, komedi, kabaret, film dan seni visual.  Para seniman dari seluruh penjuru dunia berkumpul di George Brown Botanic Gardens, sembari menampilkan beragam jenis budaya Top End di bawah pepohonan berpenerang lentera.  

Nikmati penampilan band-band seru di Bass in the Grass, festival musik terbesar di Teritorial Utara, di Amfiteater Darwin yang luas pada akhir bulan Mei.   Lalu nikmati lebih banyak lagi budaya kreatif kota ini di June Fringe Festival, sebuah kegiatan bebas selama dua minggu yang diramaikan dengan seminar, aksi udara, film-film khas Aborigin, kejuaraan puisi, pertunjukan musik jalanan, parodi dan pameran seni. 

Anda bisa bergabung dengan warga setempat dengan sepeti minuman dan sepiring sate yang masih panas di Mindil Beach Sunset Markets di Darwin mulai bulan Mei hingga Oktober.  Atau menyaksikan mereka membuat perahu dari kaleng-kaleng bekas bir atau minuman ringan di Darwin Beer Can Regatta pada bulan Juli.  Kegiatan olahraga yang semi-serius ini berawal sebagai suatu cara kreatif untuk membersihkan sampah yang ditinggalkan oleh para pekerja yang membangun kembali Darwin setelah bencana Angin Siklon Tracey.  Saat ini panjang perahu mencapai 12 meter dan memuat beberapa artileri serius seperti bom tepung dan pistol air.  Ratusan penduduk setempat meramaikan acara mulai dari balapan perahu yang dijuluki Battle of Mindil dan perlombaan tarik tambang di pantai. 

Tak ada yang lebih meriah dibandingkan menertawakan diri sendiri di Teritorial Utara. Semua ini menjelaskan tentang Henley-on-Todd – sebuah perlombaan balap perahu layar dan kayuh tahunan yang diadakan pada bulan Agustus di dasar sungai yang kering di Alice Springs.  Atau Imparja Camel Cup pada bulan Juli, di mana para joki menunggangi unta liar melintasi jalur pedalaman yang berdebu.  Penari perut, balapan becak, menunggang unta, tantangan Mr. dan Miss Camel Cup serta kedai makanan dan bar menambah kemeriahan atmosfer karnaval ini.   

Musim dingin di Teritorial Utara juga merupakan waktu untuk menikmati warna-warni, tradisi dan kemeriahan festival suku Aborigin.  Jangan lewatkan Festival Garma pada bulan Agustus – sebuah perayaan budaya Yolngu yang meriah selama lima hari di Gulkula di Arnhem Land sebelah timur laut. Klan setempat dan kelompok Aborigin di sekitarnya berkumpul menyanyikan lagu tradisional Yolngu, tarian seremonial, desain klan, pembuatan tombak dan berburu.  Festival berlangsung di hutan stringybark dengan pemandangan Teluk Carpentaria, dan setiap kegiatan menceritakan kisah Yolngu kuno mengenai tempat keramat ini.

Mempelajari tentang orang-orang yang berbicara bahasa Kunwinjku dari Arnhem Land barat di Stone Country Festival pada bulan Agustus, yang menampilkan beragam kegiatan seperti karnaval sepak bola, penerbangan berpemandangan indah, dan pertunjukan didjeridu.  Selanjutnya alami tradisi budaya orang-orang Aborigin di Kakadu dalam Festival Mahbilil di Danau Jabiru setiap bulan September.  Perayaan siang hari itu menampilkan tarian tradisional, berbagai kedai pasar, hidangan khas padang semak dan lomba memasak Angsa Magpie yang unik. 

Setiap tanggal 2 Mei, para penggemar olahraga dapat menikmati semangat pertandingan persahabatan dalam Arafura Games, di mana para juara baru dari seputar Asia Pasifik berkumpul untuk mendapatkan pengalaman baru dan menampilkan keahlian mereka.  Berkebalikan dengan kalender balap di sebagian besar belahan dunia, musim balap di Teritorial Utara dimulai pada musim dingin.  Anda perlu mempersiapkan stamina Anda untuk Darwin Cup Carnival pada bulan Juli – serangkaian balap yang elegan dan meriah, pesta koktail dan dansa gala.  Acara ini mencapai puncaknya pada Darwin Cup Day, di mana sekitar 19.000 orang berdesak-desakan di balik pagar dan menyaksikan aneka ragam topi melayang di tengah keramaian.  

Lupakan hibernasi.  Pada musim dingin ini, nikmati alam bebas dan alami beragam budaya dan humor jenaka dari bagian Australia yang unik ini.

Sumber: http://www.australia.com/id/explore/states/nt/nt-festival-fun.aspx

Kawasan Seni di Darwin


Image

Seni begitu terasa di berbagai penjuru kota Darwin, dengan kawasan dalam kota Parap yang dalam waktu singkat menjadi pusat bagi galeri kontemporer dan Aborigin. Saksikan masa depan kesenian Darwin di ruang seni yang menakjubkan ini, yang menampilkan karya seniman baru maupun yang sudah tersohor. Jelajahi kesenian Aborigin dari berbagai penjuru Teritorial Utara dan saksikan karya kontemporer mutakhir, dari instalasi audio hingga fotografi. Selanjutnya kunjungi berbagai galeri lain di Darwin atau ikuti tur untuk menyingkap karya seni dan kerajinan aneka warna dari Kepulauan Tiwi.

Ditempuh dengan lima menit berkendara dari pusat kota Darwin, Parap adalah tempat yang tepat untuk memulai petualangan Anda memasuki kancah seni yang kaya dan penuh keragaman di kota Darwin. Galeri kontemporer difokuskan terutama pada seniman Aborigin kontemporer, yang menggunakan bentuk-bentuk baru untuk mengisahkan legenda abadi Dreaming. Banyak juga yang menggambarkan isu sosial dan politik terkini. Anda juga bisa melihat karya seniman kontemporer lainnya, dengan gaya yang beragam mulai dari lukisan cat air yang bagaikan alam mimpi hingga geometrik mentereng dan patung yang dicat dengan tangan.

Anda bisa mencari karya seni dan kerajinan Teritorial Utara edisi terbatas di galeri Parap lainnya. Atau saksikan peleburan kreativitas dan teknologi di ruang seni mutakhir yang menampilkan eksperimen dalam audio, video dan karya seni serta foto yang dihasilkan oleh komputer. Karya seni di galeri lain berasal dari masyarakat terpencil di Top End dan berbagai penjuru negeri padang pasir di Australia, yang menghadirkan gambaran luar biasa akan tradisi seni yang berbeda di wilayah yang berbeda.

Anda bisa mempelajari lebih jauh mengenai seni, budaya dan warisan suku Aborigin di Museum dan Galeri Seni Teritorial Utara di Fannie Bay. Pamerannya yang beragam mencakup antara lain Telstra National Aboriginal and Torres Strait Islander Art Award, yang memilih 100 karya seni terkemuka.

Di pusat kota Darwin, galeri-galeri bermutu meliputi salah satu koperasi seniman Aborigin yang terkemuka di Australia dan salah satu galeri seni Aborigin milik pribadi terbesar sedunia. Saksikan berbagai karya memikat dari Top End dan wilayah Utopia yang terpencil, di timur laut Alice Springs. Gedung Northern Territory Supreme Court juga menaungi koleksi seni Aborigin yang menakjubkan. Datanglah ke sini untuk melihat karya Ronnie Tjampitjinpa, seniman terkemuka dalam gerakan seni yang muncul dari Alice Springs. Banyak lukisan lainnya mengabadikan keragaman warna yang kaya di pegunungan West MacDonnel Ranges.

Kunjungi galeri seni yang pertama didirikan di Darwin di Stuart Park, di mana Anda bisa menjelajahi sepuluh ruangan berisi karya seni dan kerajinan khas Aborigin seperti barang pecah-belah, perhiasan dan keramik.  Di Casuarina, salah satu studio terkemuka di Darwin menampilkan karya seni dan cetakan edisi terbatas dari para seniman ternama seperti almarhum Queenie McKenzie, Rover Thomas dan Prince of Wales.

Untuk ekspedisi seni yang lebih lama, bergabunglah dengan tur menuju Kepulauan Tiwi, yang dapat ditempuh dengan perjalanan udara selama 20 menit atau dua jam dengan menumpang kapal feri dari Darwin. Terdiri dari Pulau Bathurst dan Melville, Kepulauan Tiwi terkenal akan karya seni dan kerajinan yang beraneka warna, yang berbeda dari karya seni Aborigin di daratan Australia. Saksikan para wanita Tiwi menampilkan keahlian mereka dalam menenun dan melukis secara tradisional serta jelajahi berbagai pusat seni, yang menampilkan tembikar, ukiran, perhiasan dan cetak saring.

Kawasan Seni Parap hanyalah satu bagian dari kekayaan budaya seni rupa di Darwin.

Sumber: http://www.australia.com/id/explore/cities/darwin/darwin-art-precincts.aspx

Kawasan Tepi Laut di Darwin


Image

Aksi-aksi yang digelar di Darwin banyak berlangsung di sepanjang kawasan tepi lautnya yang telah dipugar, yang dipenuhi dengan jejeran restoran, pertokoan, laguna berpasir dan taman. Anda bisa berenang di laguna, memancing di dermaga, bersantap di alam terbuka dengan hidangan laut yang baru ditangkap dan menjelajahi rumah-rumah yang berdiri megah di tepi laut. Anda juga bisa menelusuri sejarah yang kaya di wilayah ini melalui jalur jalan kaki dan karya seni publik. Kini keluarga, pebisnis dan wisatawan berbaur di sepanjang kawasan tepi laut, tempat di mana suku Aborigin Larrakia, pedagang Indonesia dan pemukim Eropa dulu meninggalkan jejak.

Rekreasi alam bebas merupakan bagian penting dari kehidupan di sepanjang kawasan tepi laut Darwin, yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki singkat dari pusat kota. Anda bisa berenang sepanjang tahun di laguna di tepi laut Darwin. Ada yang menawarkan pengalaman pantai, dengan beragam ombak yang sesuai untuk siapa saja mulai dari peselancar boogie hingga anak-anak. Untuk pengalaman renang yang lebih tenang, kunjungi laguna rekreasi, sebuah badan air laut luar biasa besar yang dipenuhi oleh ikan, dan Anda pun bisa berlayar serta berkano.

Jalur pejalan kaki dan jalur sepeda berkelok di sepanjang dinding laut, di antara badan air laguna rekreasi dan pelabuhan terbuka. Berjalan kaki, bersepeda atau berlari santai sembari menikmati pemandangan laut dan rasakan energi tropis Darwin yang unik. Jelajahi kebun dan taman yang rindang, susuri rumah-rumah megah di tepi laut dan kunjungi pertokoan dan restoran alam terbuka. Di pusat kuliner Dermaga Stokes Hill, Anda bisa menikmati cuaca Darwin yang hangat dan mentari terbenam yang menakjubkan dengan menyantap sepiring hidangan laut. Dermaga ini juga merupakan tempat populer bagi penggemar memancing dan tempat pemberangkatan kapal pancing dan kapal pesiar. 

Kawasan tepi laut Darwin memiliki sejarah yang kaya dan beragam, dimulai dari pemiliknya suku Aborigin Larrakia yang selama berabad-abad berdagang dengan berbagai kelompok orang dari Indonesia. Para pemukim Melayu dan Cina terdahulu juga mendirikan rumah di sini, menorehkan bagian penting lainnya dalam sejarah budaya Darwin. Di sinilah para pemukim Eropa pertama di kota ini mendarat, sebelum berkemah di ‘parit’ di dekat Fort Hill. Area dermaga juga merupakan tempat serangan udara Jepang pertama kali menggiring Perang Dunia II ke Australia. Di sini terletak taman umum pertama Darwin dan dulunya menaungi jalur kereta api yang membentang antara Frances Creek dan dermaga, dengan stasiun di dekat Stokes Hill.

Kisah-kisah dan peristiwa menakjubkan ini diabadikan dalam karya seni publik yang tersebar di berbagai kawasan tepi laut, baik di gedung maupun di ruang publik. Anda juga bisa menelusuri sejarah dengan menjelajahi Terowongan Penyimpanan Minyak kuno peninggalan Perang Dunia II atau mengikuti jalur jalan kaki Traveler’s Walk, jalan utama menuju kota ketika Dermaga Stokes Hill dibangun pada tahun 1895. Tengok tanggul batu yang dibangun di awal abad ke-20 dan kunjungi lokasi di mana prospektor Australia Selatan yang penuh ambisi, George Woodrofffe Goyder, mendirikan kemah.

Jelajahi kawasan tepi laut Darwin, tempat meleburnya kehidupan tropis modern dengan keragaman sejarah di kota paling utara ini.

Sumber: http://www.australia.com/id/explore/cities/darwin/darwin-waterfront.aspx

Tiga Hari yang Menakjubkan di Darwin


Image

Temukan iklim terbaik kota Darwin yang sejuk, yang terletak di pelabuhan besar di Laut Timor.  Ganti baju kota Anda dengan seragam daerah tropis – kaos oblong dan celana pendek – dan keluarlah untuk menjelajahi kota ragam budaya yang meriah ini.  Anda dapat berjalan kaki atau bersepeda melintasi taman-taman tropis, melihat karya seni suku Aborigin di museum dan menikmati perpaduan budaya kota ini di Mindil Beach Sunset Markets.  Kunjungi Cullen Bay Marina yang permai dan ikuti penjelajahan bersejarah mengitari dermaga.  Di luar CBD Darwin yang ringkas, Anda dapat berpesiar di dekat buaya-buaya akrobatik di Sungai Adelaide dan berenang di bawah air terjun di hutan hijau yang rimbun di Taman Nasional Litchfield.

Image

Cullen Bay Marina

Hari 1: Marina menuju pasar ke Mitchell Street

Nikmati santap pagi yang santai sambil memandang ke arah rumah-rumah mewah dan perahu layar yang tersapu ombak di Cullen Bay Marina.  Lalu kunjungi Kawasan Bersejarah Myilly Point yang terletak tak jauh, di mana terdapat pondok-pondok bergaya tropis yang dirancang oleh arsitek B.C.G. Burnett pada tahun 1930-an.  Jelajahi karya seni suku Aborigin dan ketahui bagaimana Angin Siklon Tracey meluluhlantakkan Darwin pada tahun 1974 di Museum dan Galeri Seni Teritorial Utara.  Mampirlah untuk berpiknik menikmati makan siang di East Point Reserve, rumah bagi pohon bakau, hutan liana monsun dan lokasi berenang yang populer di Danau Alexander.  Lihat video serangan udara terhadap Darwin pada Perang Dunia II di East Point Military Museum.  Lalu Anda dapat menjelajah melintasi bunga anggrek, bromelia, sikas dan palem di Kebun Raya George Brown.  Telusuri Mindil Beach Sunset Market, yang buka antara bulan Mei dan Oktober, dan saksikan senja kala flamingo di Laut Timor.  Duduklah untuk menikmati sepiring hidangan khas Asia yang masih mengepul di bawah pohon palem, lalu jelajahi berbagai bar, pub dan tempat pertunjukan musik di sepanjang Mitchell Street.

Image 

Wharf Precinct

Hari 2: Sejarah, buaya dan pesiar

Awali hari Anda di kawasan dermaga bersejarah tempat jatuhnya bom Jepang pertama saat Perang Dunia II.  Kunjungi Parliament House dan ikuti penjelajahan bersejarah ke berbagai tengaran.  Nimati pemandangan dari Survivors Lookout, lalu turun melintasi terowongan minyak Perang Dunia II yang melintasi jaringan jalur penjelajahan.  Kunjungi pameran mutiara dan lihat pameran kehidupan laut yang menampilkan terumbu karang di Teritorial Utara.  Nikmati bersantap brunch di alam terbuka sambil memandang ke dermaga, lalu Anda dapat berkendara melintasi sebagian Nature’s Way menuju Sungai Adelaide.  Kunjungi Adelaide River Railway Station dan tengok makam para tentara yang tewas dalam Perang Dunia II di Adelaide River War Cemetery.  Bergabunglah dalam pesiar untuk melihat buaya yang meloncat dan tengok ke dalam rahang buaya prasejarah yang menganga.  Berkendaralah kembali ke kota Darwin dan saksikan matahari merah yang terbenam ke lautan dari sebuah kapal pesiar di sekitar Pelabuhan Darwin.

Image

Litchfield National Park

Hari 3: Taman Nasional Litchfield

Berkendaralah melintasi Nature’s Way menuju Taman Nasional Litchfield, hutan hujan monsun yang rimbun yang banyak dihiasi dengan lubang-lubang renang yang airnya sebening kristal, air terjun yang deras dan busut anai-anai yang menjulang tinggi.  Anda dapat menjelajah santai di sekitar air terjun Wangi Falls dan berpiknik bersebelahan dengan kawanan kelelawar buah.  Atau menjelajah lebih lanjut ke Air Terjun Tolmer untuk melihat pemandangan lembah yang terbentang.  Anda dapat berenang di Buley Rockhole atau kolam rendam di bawah Air Terjun Florence.  Berpetualanglah dengan mobil 4WD menuju Air Terjun Tjaynera, reruntuhan Blythe Homestead Ruins yang bersejarah serta kubah batu pasir kuno di The Lost City.  Bergabunglah dalam pesiar melihat satwa liar atau tamasya memancing di Sungai Reynolds, yang berdampingan dengan sebuah pusat peternakan.  Atau nikmati pemandangan bentang alam dari atas helikopter.  Kembalilah ke jalan raya, dan Anda dapat mampir di Territory Wildlife Park untuk menengok langsung ikan, burung pemangsa, satwa malam dan reptil.  Kembali ke Darwin, Anda bisa bersantai menonton film di alam terbuka di bawah taburan bintang di Deckchair Cinema.

Sumber: http://www.australia.com/id/explore/itineraries/nt-3days-darwin.aspx

 

Wisata Kota Darwin dan Sekitarnya


Nikmati cuaca Darwin yang hangat dan perpaduan makanan serta budaya dalam berbagai festival dan pasar alam terbuka di kota ini.

Selanjutnya, jelajahi sejarah dramatis di wilayah ini – mulai dari serangan udara Perang Dunia II hingga Cyclone Tracey – di berbagai museum dan galeri. Berlayar di pelabuhan Darwin saat senja menjelang, berpesiar di antara buaya dan menjelajahi padang semak di sepanjang hutan monsun. Berenang dalam kolam-kolam air sebening kristal di Taman Nasional Litchfield dan berkunjung ke komunitas penuh warna di Kepulauan Tiwi. Kota tropis yang begitu hidup ini memiliki energi jiwa muda yang sulit terelakkan.

Lima cara menyingkap Darwin dan sekitarnya

Mindil Beach

1. Di berbagai festival, pasar dan pelabuhan

Di Darwin, aksi selalu terjadi di alam terbuka – di pasar, taman, di tepi pantai atau di atas perahu. Anda bisa bergabung dengan warga setempat dengan sepeti minuman dan sepiring sate yang masih panas di Mindil Beach Sunset Markets mulai bulan Mei hingga Oktober. Atau menyaksikan mereka membuat perahu dari kaleng-kaleng bekas bir atau minuman ringan di Darwin Beer Can Regatta yang berlangsung setiap tahun pada bulan Juli. Mulai bulan April hingga November, Anda bisa menonton film di Deckchair Cinema di bawah naungan bintang-bintang dengan menikmati minuman dari bar dan bersantap malam ala piknik. Alami cuaca tropis kota Darwin dengan bersantap malam di tepi pelabuhan di Cullen Bay Marina atau berpesiar di pelabuhan menjelang senja diiringi pelajaran sejarah.

Crocodile

2. Dengan satwa liar dan di taman-taman tropis

Bersepeda melintasi taman-taman anggrek dan bromelia serta tumbuhan tradisional Aborigin di George Brown Botanic Gardens. Berenang, menikmati barbeque menjelang senja dan menjelajahi lokasi-lokasi suci suku Aborigin di Casuarina Coastal Reserve. Di Berry Springs Nature Park, Anda bisa melihat burung-burung di hutan monsun serta ikan-ikan di kolam dengan air sebening kristal. Melihat dari dekat berbagai jenis ikan, burung pemangsa, hewan-hewan malam dan reptilia di Territory Wildlife Park, hanya 45 menit berkendara dari Darwin. Melihat buaya dari dekat yang dijumpai di Crocodylus Park, Darwin Crocodile Farm atau dengan mengikuti pesiar untuk mengamati buaya di sepanjang sungai dan tepi pantai Darwin.

Chinese Temple

3. Melihat sejarah dari dekat

Pelajari lebih banyak tentang berbagai warisan suku Aborigin di Darwin yang bisa dijumpai di Museum and Art Gallery of the Northern Territory. Di sini Anda juga bisa mengenang Cyclone Tracy yang tragis yang menimpa kota Darwin pada Malam Natal di tahun 1974. Melihat Chinese Temple yang hampir dihancurkannya di Litchfield Street. Darwin mendapatkan serangan udara dari 64 pesawat Jepang pada Perang Dunia II, dan Anda bisa menyaksikan foto-foto pengeboman yang dramatis serta mengunjungi bungker tempat direncanakannya strategi pertahanan Top End di East Point Military Museum. Melihat langsung pesawat pengebom asli B52 di Aviation Heritage Centre dan sebuah jaringan jalan setapak menuju terowongan minyak Perang Dunia II di sekitar Wharf Precinct. Di Myilly Point Historical Precinct, Anda bisa melihat segelintir pondok yang berhasil bertahan yang dirancang oleh arsitek B.C.G. Burnett dalam gaya kolonial yang populer sebelum Perang Dunia II.

Litchfield National Park

4. Di bawah air terjun di Taman Nasional Litchfield

Luangkan waktu untuk mengikuti tamasya sehari menuju air terjun dan kolam rendam, satwa liar dan burung-burung, perbukitan dan hutan hujan di Taman Nasional Litchfield, satu setengah jam berkendara dari Darwin. Berenang dalam kolam-kolam air sebening kristal di dasar air terjun Florence Falls dan menjelajahi padang semak melintasi hutan hujan monsun menuju Walker Creek. Berpiknik di dekat kelelawar pemakan buah di Wangi Falls dan melihat bentangan lembah dari Tolmer Falls. Mengikuti pesiar untuk melihat-lihat satwa liar di sepanjang Sungai Reynolds, bagian dari pusat ternak yang aktif. Jelajahi bentang alam Tarzan ini dengan orang-orang Wagait, pemilik tradisional Aborigin, atau melihat-lihat ke puing-puing Blyth Homestead.

Tiwi Islands

5. Perjalanan menuju Kepulauan Tiwi

Bergabung dengan kemeriahan Grand Football Final di Kepulauan Tiwi, yang diadakan setiap Maret di Nguiu. Menjelajahi dan membeli kesenian khas Tiwi, yang berbeda karena desainnya yang kuat, keunggulan dekoratif dan warna-warnanya yang hidup. Nikmati teh billy dan roti damper sambil menyaksikan para wanita Tiwi memperlihatkan kemahiran mereka dalam menenun dan melukis secara tradisional. Lalu saksikan mereka menampilkan tarian tradisional dan upacara asap untuk mengusir roh jahat. Tangkap ikan barramundi berukuran besar dalam tur memancing di pesisir pantai Tiwi. Anda akan menjumpai orang-orang yang ramah dan hangat serta sebuah bentang alam hutan hujan yang rindang, pantai dan kolam-kolam karang di Pulau Melville dan Bathurst, yang semuanya disebut sebagai Kepulauan Tiwi. Jelajahi semuanya dalam tamasya sehari atau tamasya semalam, dengan terbang selama 20 menit dari Darwin atau dua jam dengan menggunakan kapal feri.

Sumber: http://www.australia.com/id/explore/cities/darwin/darwin.aspx

Wisata ke Darwin – Australia Utara


Jelajahi Darwin, ibu kota tropis Teritorial Utara Australia yang tenang.

Rencanakan liburan Anda di Darwin dengan memanfaatkan jadwal wisata tiga hari. Kunjungi berbagai tujuan wisata di Darwin dan galeri seni suku Aborigin, berpesiar melintasi kawanan buaya di Sungai Adelaide dan mengikuti wisata sehari ke Taman Nasional Litchfield. Dapatkan informasi lebih lanjut tentang Teritorial Utara dan begitu banyak tujuan wisata ternama di sana.

Dari Darwin, diperlukan perjalanan sehari menuju Taman Nasional Kakadu yang merupakan Warisan Dunia – sebuah wilayah yang kaya akan lahan basah, kehidupan satwa liar dan galeri seni cadas suku Aborigin. Anda dapat terbang ke Red Centre Australia, tempat bersemayamnya monolit Uluru yang sakral dan terbuat dari batu pasir, dan juga Alice Springs, Kings Canyon, Taman Nasional Finke Gorge dan pegunungan MacDonnell Ranges.

Darwin juga merupakan tempat keberangkatan untuk melakukan petualangan Australia yang unik. Anda dapat melintasi benua menuju Adelaide dengan menyusuri Explorers Highway yang bersejarah atau dengan menumpang kereta Ghan. Anda juga dapat mengambil jalan melingkar melintasi pojok barat laut Australia dengan berkendara menyusuri jalur Savannah Way menuju Broome.

Darwin dan sekitarnya

Nikmati cuaca Darwin yang hangat dan perpaduan makanan serta budaya dalam berbagai festival dan pasar alam terbuka di kota ini. Selanjutnya, jelajahi sejarah dramatis di wilayah ini – mulai dari serangan udara Perang Dunia II hingga Cyclone Tracey – di berbagai museum dan galeri. Berlayar di pelabuhan Darwin saat senja menjelang, berpesiar di antara buaya dan menjelajahi padang semak di sepanjang hutan monsun. Berenang dalam kolam-kolam air sebening kristal di Taman Nasional Litchfield dan berkunjung ke komunitas penuh warna di Kepulauan Tiwi. Kota tropis yang begitu hidup ini memiliki energi jiwa muda yang sulit terelakkan.

Tiga hari yang menakjubkan di Darwin

Temukan iklim terbaik kota Darwin yang sejuk, yang terletak di pelabuhan besar di Laut Timor.  Ganti baju kota Anda dengan seragam daerah tropis – kaos oblong dan celana pendek – dan keluarlah untuk menjelajahi kota ragam budaya yang meriah ini.  Anda dapat berjalan kaki atau bersepeda melintasi taman-taman tropis, melihat karya seni suku Aborigin di museum dan menikmati perpaduan budaya kota ini di Mindil Beach Sunset Markets.  Kunjungi Cullen Bay Marina yang permai dan ikuti penjelajahan bersejarah mengitari dermaga.

Kawasan tepi laut di Darwin

Aksi-aksi yang digelar di Darwin banyak berlangsung di sepanjang kawasan tepi lautnya yang telah dipugar, yang dipenuhi dengan jejeran restoran, pertokoan, laguna berpasir dan taman. Anda bisa berenang di laguna, memancing di dermaga, bersantap di alam terbuka dengan hidangan laut yang baru ditangkap dan menjelajahi rumah-rumah yang berdiri megah di tepi laut. Anda juga bisa menelusuri sejarah yang kaya di wilayah ini melalui jalur jalan kaki dan karya seni publik.

Kawasan Seni di Darwin

Seni begitu terasa di berbagai penjuru kota Darwin, dengan kawasan dalam kota Parap yang dalam waktu singkat menjadi pusat bagi galeri kontemporer dan Aborigin. Saksikan masa depan kesenian Darwin di ruang seni yang menakjubkan ini, yang menampilkan karya seniman baru maupun yang sudah tersohor. Jelajahi kesenian Aborigin dari berbagai penjuru Teritorial Utara dan saksikan karya kontemporer mutakhir, dari instalasi audio hingga fotografi.

Cita Rasa Top End

Cicipi cita rasa Asia dengan suasana tropis di Mindil Beach Sunset Market di Darwin, antara bulan Mei sampai Oktober.
Pohon kelapa melambai-lambai di kala matahari terbenam, ditemani dengan aroma mi pedas dan sate panas di udara.  Selamat datang di Mindil Beach Sunset Market di Darwin – di mana Anda dapat mencicipi cita rasa Asia Pasifik serta seni dan kerajinan lokal dalam suasana tropis yang sejuk.

Festival fun in the dry season

Di kebanyakan tempat di dunia, musim dingin berarti saatnya mengenakan baju berlapis-lapis dan berdiam di dalam rumah.  Tidak demikian di Teritorial Utara Australia, musim kemarau mulai bulan Mei sampai Oktober adalah waktu yang sempurna untuk menyelenggarakan perayaan di alam bebas.  Nikmati musik rock di bawah gemerlap bintang di festival musik Bass in the Grass di Darwin.  Menyoraki unta favorit Anda di Imparja Camel Cup yang meriah di Alice Springs.  Temukan irama kuno budaya khas Aborigin di Festival Garma yang ternama di dunia dan diadakan di Arnhem Land.

Taman Nasional Litchfield, Teritorial Utara

Taman Nasional Litchfield, dengan hutan yang rindang, air terjun yang spektakuler, kolam rendam yang berkilau dan busut anai-anai yang menjulang tinggi merupakan tujuan wisata yang semakin populer dari Darwin.  Dari Teritorial Utara, taman nasional ini dapat ditempuh cukup dengan berkendara selama dua jam.  Terlebih lagi, semua objek wisata alam yang utama – di antaranya Buley Rockhole dan Air Terjun Florence, Tolmer dan Wangi yang fantastis – dapat diakses dengan mudah dari jalan utama Litchfield.

Nature’s Way

Susuri lahan basah Adelaide dan Sungai Mary menuju Taman Nasional Kakadu yang terdaftar sebagai Warisan Dunia.  Di sini, berjalan-jalanlah menembus padang semak melalui lereng-lereng curam dan hutan hujan yang rimbun, dan temukan harta karun seni cadas Aborigin.  Kenali sejarah kaum perintis Teritorial ini di Pine Creek, lalu luangkan waktu untuk berenang dalam kolam-kolam sejernih kristal di bentang alam ala tarzan Taman Nasional Litchfield.  Anda dapat melakukan perjalanan impian ini di atas jalan beraspal mulus dengan kendaraan gardan tunggal.

Rute Ghan

Berkelana dari selatan sampai ke utara Australia dalam salah satu perjalanan kereta terseru di dunia.  Naiklah di Adelaide dan saksikan pemandangan perbukitan hijau Australia Selatan berganti menjadi bentangan gurun Red Centre yang berdebu dan akhirnya memasuki kawasan Top End yang beriklim tropis.  Atau naik dari Darwin dan saksikan pemandangan alam bergulir dari arah sebaliknya.  Jelajahi kota-kota pedalaman ternama di Alice Springs dan Katherine dalam tur saat kereta berhenti.  Kunjungi tempat-tempat keramat Aborigin di sekitar Alice Springs atau ikuti penerbangan helikopeter wisata melintasi Simpsons Gap.

Sumber: http://www.australia.com/id/explore/cities/darwin.aspx

« Older entries