“Waktu Menunggu” dalam Analisis beban Kerja


Pertanyaan:

Apakah “waktu menunggu” harus dihitung sebagai bagian dari pelaksanaan suatu tugas?

Jawaban:

“Harus dihitung” dan “Tidak dihitung”

Waktu menunggu “harus dihitung” apabila aktivitas menunggu tersebut memang harus dilakukan karena “urgent” (penting dan segera); si pemegang jabatan tidak dapat (bukan tidak boleh) melakukan tugas lainnya, misalnya tugas:

  • “meminta persetujuan Direksi untuk masalah yang “urgent”.

Waktu menunggu “tidak dihitung” apabila dalam aktivitas menunggu tersebut ternyata si pemegang jabatan masih bisa dan boleh melakukan tugas lainnya, sejauh tugas lainnya tersebut tidak menghambat efektivitas pelaksanaan tugas yang akan dilaksanakan setelah menunggu, misalnya tugas:

  • “meminta persetujuan ijin cuti dari atasan”
  • “meminta persetujuan pembayaran klaim pengobatan”

Sumber: Materi Workshop Workload Analysis oleh Adil Kurnia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: