Saat Badai Carlos Melanda Darwin


Assalamualaikum Semuanya,

Meskipun diperkirakan dampak badai Carlos lebih destruktif dari kemarin, tetapi situasi di Darwin hari ini kelihatan lebih terkendali. Walaupun begitu masih juga tetap seru dan heboh… Tadi pagi ditengah hujan deras angin kencang yang masih juga tidak berhenti-berhenti, aku bersama deasy isteriku memaksa keluar rumah untuk mengambil mobil milik teman isteriku dengan terpaksa meninggakan anak-anak berdua saja di rumah. Karena hujan deras dan angin yang begitu kencang, payung yang kami pakai jadi rusak tidak berfungsi dan kami jadi basah kuyup. Sesampainya di halte, setelah menunggu sekitar 10 menit, ada bule yang lewat bilang ke kami bahwa bis umum hari ini tidak beroperasi dan yang ada hanya taksi dan itupun pasti sulit dicari karena orang banyak berebut… wah wah! Jadi kami terpaksa deh jalan kaki ke supermarket terdekat untuk cari taksi dan kalo bisa ya sekalian belanja. Eh… ternyata di supermarket sudah penuh orang-orang belanja dan mengantri di kasir. Kami berpikir mereka sih enak pada naik mobil sedang kami harus berjalan kaki, jadi kalau belanja banyak (emang punya duit apa!) berat membawanya… Pulang belanja deasy isteriku menelpon taksi, untungnya setelah menunggu sebentar kami bisa langsung dapat taksi tidak perlu bersaing dengan calon penumpang lain… kenapa demikian karena rupanya mereka memang hampir semuanya memakai mobil sendiri… pantesan!

Kami naik taksi yang ternyata supirnya cewek orang Filipina, dia juga mau buru-buru pulang katanya. Di sepanjang jalan, kami kaget juga menyaksikan banyak pohon-pohon tumbang dan ada beberapa mobil teronggok di trotoar karena rupanya sempat terjadi banjir kemarin malam. Singkat cerita, kami akhirnya sampai di rumah teman isteri yang punya mobil 2 dan bersedia meminjamkan monilnya 1 buat kami (semoga niatnya sudah mendapat balasan…). Deasy isteriku kasih uang 50 AUD ke supirnya, eh… yang dikembaliin cuma 34 AUD padahal tadi argonya sempat terbaca 13 AUD… bandel juga tuh Filipino, cewek lagi… ya sudahlah! Tentang badai Carlos, temen isteriku itu cerita bahwa tadi malam mereka terjebak banjir dan menunjukkan ke kami berita-berita di koran lokal yang berisi gambar kondisi Darwin yang heboh-heboh akibat hujan angin dan banjir kemarin.

Singkat cerita akhirnya aku dan isteriku bisa pulang naik mobil pinjaman. Tapiii.. nyetirnya stress euy… karena sebelumnya si empunya mobil menjelaskan bahwa mengendarai mobil di Darwin itu banyak aturannya dan ada sanksinya (di Indonesia juga banyak aturan, tapi juga banyak dilanggar dan sanksinya bisa diatur, he he…) misalnya pada jalan tertentu kecepatan harus tertentu (ada kamera, melanggar kena sanksi), pindah jalur harus kasih lampu sen, mau belok harus jelas jalurnya, dan lain-lain… Yang repot lagi dan membuat stress adalah mobilnya ini mobil merk Ford buatan Eropa yang ke-balik-balik posisi tombol-tobolnya… wah wah!

Singkat cerita, alhamdulillah kami selamat juga sampai rumah dengan tetap dibawah guyuran hujan deras, angin kencang mutar-mutar dengan suara yang gemuruh kayak suara ombak di pantai… Tapi lumayan tadi kami sudah sempat belanja makanan (roti, telor, gula, susu, dll) untuk persiapan 2 hari kalau ternyata nanti memang tidak bisa keluar rumah atau harus mengungsi karena siklonnya betul-betul mengamuk…

Okay sekian dulu ya laporan dari Darwin…

Wassalam.

Darwin, 16 Februari 2011

Sent via BlackBerry® from Vodafone

=========================

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: