Faktor Penyesuaian Dalam Analisis Beban Kerja


FAKTOR PENYESUAIAN DALAM ANALISIS BEBAN KERJA

Orang Normal: bukan orang jenius atau orang idiot…..
Definisi beban kerja dari suatu jabatan berdasarkan penyelidikan waktu (Time Study) adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh tugas-tugas jabatan tersebut dalam periode waktu tertentu pada kondisi “normal”.

Istilah “normal” pada definisi di atas mengisyaratkan 2 pengertian yaitu:

  1. Bahwa waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas jabatan tersebut haruslah waktu yang dalam keadaan “biasanya” atau “pada umumnya”, bukan dalam keadaan yang ekstrim baik dalam keadaan “sibuk” (peak season) atau dalam keadaan “santai/ senggang” (weak season).
  2. Bahwa waktu yang dimaksud adalah waktu sebagaimana yang apabila dilakukan oleh orang “kebanyakan” atau “pada umumnya” (setidaknya di organisasi/perusahaan tersebut), bukan waktu sebagaimana yang dilakukan oleh orang “tidak normal” baik itu orang yang “pintar” atau “gesit/cekatan” (Smart) atau sebaliknya waktu yang sebagaimana apabila dilakukan oleh orang yang “bodoh” (lemot=lemah otak) atau “lamban” dalam bekerja.

Mengingat pada kondisi nyata saat ini pada suatu organisasi atau perusahaan dapat terjadi responden (job holder) yang ada dalam kegiatan analisis beban kerja adalah orang yang “pintar/gesit/cekatan” atau sebaliknya orang yang “bodoh/lamban” maka data yang akan diperoleh adalah waktu dari orang yang “tidak normal”. Oleh karena itu untuk memperoleh waktu normal (sebagaimana yang dilakukan orang normal) diperlukan “faktor penyesuaian”.

Salah satu teknik dari Faktor Penyesuaian adalah menggunakan “Metode Shumard”, yaitu melalui suatu daftar indeks nilai/skor kecepatan kerja (40 s/d 100), atasan dari responden diminta menilai seberapa cepat bawahan mengerjakan suatu tugas atau aktivitas tertentu dibandingkan dengan kecepatan orang normal (nilai 60) untuk mendapatkan nilai “P” (Penyesuaian) dari responden pada tugas tersebut. Dengan mengkalikan waktu yang digunakan responden tersebut dengan nilai “P” maka akan diperoleh waktu yang “diperkirakan” digunakan oleh orang normal untuk menyelesaikan suatu tugas atau aktivitas tertentu.

Faktor Penyesuaian lebih tepat digunakan untuk mengukur volume “Beban Kerja Jabatan”. Apabila pengukuran beban kerja tidak menggunakan faktor penyesuaian maka istilah yang lebih tepat digunakan adalah mengukur volume “Beban Kerja Individu (Pegawai/ Karyawan) bukan mengukur beban kerja jabatan. Beban kerja individu akan berbeda-beda untuk setiap responden yang berbeda meskipun memiliki posisi jabatan yang sama atau memiliki tugas-tugas yang sama, karena kecepatan mereka bekerja dipengaruhi oleh faktor individual dari masing-masing pegawai/karyawan tersebut.

Pengukuran beban kerja akan menjadi lebih akurat apabila menggunakan faktor penyesuaian meskipun akan menjadi lebih sulit dan membutuhkan waktu lebih lama.

Sumber: Materi Workshop Workload Analysis” oleh Adil Kurnia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: