Kenapa Perilaku Seseorang Bisa Berubah?


KENAPA PERILAKU SESEORANG BISA BERUBAH?

Seorang anak sebelumnya dikenal sangat nakal oleh para orang tua dibandingkan anak-anak sebayanya ketika ia tinggal pada sekitar awal tahun 70an di suatu flat di kawasan jalan Budi Kemuliaan Jakarta. Namun ketika keluarganya dipindah tugas ke Palembang maka seketika anak tersebut berubah perilakunya menjadi kalem, sensitif namun tumbuh rasa tanggung jawab yang besar. Selidik punya selidik diketahui tidak lama setibanya keluarga mereka di Palembang ternyata ayah dari anak yang memiliki 4 orang adik perempuan tersebut menderita sakit kronis/akut dengan segala komplikasinya sehingga menyebabkan ayah mereka seringkali keluar masuk rumah sakit. Ibunya seringkali menasihati agar ia menjadi anak yang baik dan menjadi panutan bagi adik-adiknya, karena semua tidak tahu sampai kapan ayah mereka bisa bertahan hidup dan sembuh dari sakitnya. Begitu seringnya kata-kata tersebut diucapkan ibunya kepada dirinya, ternyata disadari maupun tidak disadari terbukti kondisi ayah yang sakit dan ucapan-ucapan tersebut mampu merubah perilaku anak tersebut dari seorang yang nakal menjadi anak yang kalem dan bertanggung jawab. Dalam hal ini kondisi keluarga dan pengaruh orangtua sangat berpengaruh terhadap perubahan perilaku seseorang.

Seorang bapak yang sudah berpredikat haji sekitar 4 tahun yang lalu namun dalam 2 tahun terakhir ini banyak mengabaikan ibadah agamanya terlebih untuk bisa sholat Subuh berjamaah di masjid yang sebenarnya jaraknya dekat dengan tempat tinggalnya di kawasan Jakarta Timur. Kesibukannya dengan pekerjaan dari profesinya yang membuat ia harus tidur malam hari bahkan terkadang harus begadang sampai pagi. Kondisi ini yang membuatnya tidak bisa melaksanakan sholat Subuh berjamaah di masjid bahkan juga ia tidak jarang mengabaikan waktu-waktu sholat lainnya. Kepergiannya ke suatu daerah karena tugas dari pekerjaannya ternyata mampu membuat perubahan yang ekstrim pada perilakunya dalam beribadah terutama dalam sholat subuh berjamaah di masjid. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Ternyata perubahan perilaku tersebut banyak dipengaruhi oleh rekan kerjanya selama di tempat tugas tersebut yang sangat taat, tertib dan konsisten dalam menjalankan ibadah sholat yang selalu diusahakannya untuk dilakukan secara berjamaah di masjid yang besar atau yang terdekat. Dalam hal ini pengaruh lingkungan sosial berpengaruh pada perubahan perilaku seseorang.

Demikian beberapa contoh nyata dari perubahan perilaku yang terjadi pada seseorang, semoga bermanfaat bagi orang lain yang menginginkan perubahan serupa.

Kepribadian Cristiano Ronaldo


KEPRIBADIAN CRISTIANO RONALDO

“Cristiano adalah Cristiano. Kami tidak mungkin mengubahnya. Dia memiliki kepribadian yang bisa membuatnya menjadi salah satu pemain terbaik dunia. Kami menerimanya dan memahami itu sebagai salah satu kekuatannya.”

Demikian diucapkan Direktur Umum Real Madrid Jorge Valdano kepada Televisi Spanyol mengenai Cristiano Ronaldo seusai laga Real Madrid dan Real Sociedad. Cristiano Ronaldo membawa Real Madrid unggul 2-1 atas tuan rumah Real Sociedad melalui tendangan bebas dalam lanjutan Primera La Liga Spanyol kemarin dinihari. Inilah gol perdana CR7 (julukan Cristiano Ronaldo) untuk Madrid pada musim ini.

Pemain termahal dunia itu belakangan justru terus dicemooh penonton setelah tampil buruk di awal musin ini. Pada pertandingan di kandang Sociedad, Ronaldo juga diejek penggemar Sociedad maupun Real Madrid. Para penonton bisa melihat dengan jelas Ronaldo ngotot ingin mencetak gol dengan aksi-aksi individunya.

Tendangannya yang kerap meleset, keluhan terhadap wasit yang berlebihan, serta pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya membuat penonton di stadion Anoeta mencemooh Ronaldo. Namun penonton terdiam ketika tendangan bebas yang dilepaskan Ronaldo membobol gawang Sociedad setelah sempat mengenai Claudio Bravo pada menit ke-75.

Seorang altlet yang hebat (begitu pula dengan profesi lainnya) memang seringkali terlihat memiliki kepribadian yang berbeda dengan orang kebanyakan, coba amati perilaku dari Bobby Fisher (pecatur), Diego Maradona (pesebakbola), Tiger Wood (pegolf), Taufik Hidayat (pebulutangkis), Michael Jackson (Penyanyi) dan Ariel Peterpan (penyanyi)…

Membiasakan Berdoa Pada Setiap Kesempatan


MEMBIASAKAN BERDOA PADA SETIAP KESEMPATAN

Banyak buku-buku yang berisi segala macam doa yang sudah sering aku beli menghiasi dinding dan lemari buku di rumah maupun di kantorku bahkan juga di tas kerjaku, tetapi masih sangat-sangat jarang secara otomatis (terbiasa atau selalu) aku menerapkannya pada setiap aktivitas, kegiatan atau kesempatan yang aku lakukan. Kenyataan ini sungguh ironis, apalagi statusku yang sudah menunaikan ibadah haji dan tidak sedikit orang di lingkunganku yang memanggilku dengan “Pak Haji”!!

Terpukul jiwaku ketika selama berada hampir 20 hari di Timika Papua aku mendapati bahwa orang-orang yang berhubungan denganku di kota ini selalu membiasakan berdoa sebelum memulai suatu kegiatan dan berdoa lagi segera setelah selesai melakukan kegiatan (rapat-rapat, makan). Ironisnya lagi, selama ini kita mengenal mereka adalah orang-orang (suku bangsa) yang masih terbelakang dibandingkan kita-kita yang selama hidup lebih modern di pulau Jawa dan sekitarnya. Mereka hampir semuanya beragama Nasrani (Katolik, Protestan, dan Sekte lainnya) sehingga pola cara berdoanya relatif sama dan bisa diikuti oleh hampir semuanya secara bersama-sama. Kebiasaan ini sebenarnya sudah tidak asing bagiku karena ketika di SD aku pernah bersekolah di PPKP (Perkumpulan Perguruan Kristen Palembang), selama 4 tahun aku sudah terbiasa mengamati kebiasaan teman-teman Nasraniku berdoa seperti sebelum dan sesudah pelajaran sekolah.  Sungguh kebiasaan yang patut ditiru setidaknya untuk diriku sendiri yang selama ini masih sangat kurang mempraktekkannya pada setiap aktivitas yang aku jalankan.

Semoga Allah SWT akan memudahkanku untuk menjalankan kebiasaan baik ini agar keimananku yang lemah ini menjadi kokoh, amin…..

Timika, 3 September 2010

Improvement Student’s Achievement in General Psychology Subject Through Cooperative Learning-Jigsaw


ABSTRACT

By Deasyanti, Jakarta State University – Indonesia

IMPROVEMENT  STUDENT’S ACHIEVEMENT IN GENERAL PSYCHOLOGY SUBJECT THROUGH COOPERATIVE LEARNING-JIGSAW

Most students achievement in General Psychology subject still far from the requirement. Usually they were teached by lecturing or presentation method. This study was be conducted in order to improve their achievement. The research was an action research with two cycles and used cooperative learning-jigsaw as the learning method.  The subjects were 36 students sophomore year who learn General Psychology in Psychology Program, Jakarta State University.  The  study result that there was a significant  improvement in academic achievement. Implication of this study was that cooperative learning can be used as an effective learning method to improve students achievement instead of lecturing or presentation.

Keywords : achievement, cooperative learning

Personality Type of Effective and Ineffective Teacher


ABSTRACT

By Deasyanti, Jakarta State University – Indonesia

PERSONALITY TYPE OF EFFECTIVE AND INEFFECTIVE TEACHER

The purpose of this study is to explore of personality type of the teachers.  Subjects participating in this study included  26 effective teachers and 25 ineffective teachers  of two high schools teachers in East of Jakarta – Indonesia.  Participating teachers was grouped  into effective teachers and ineffective teachers based on students’ perceptions od their teaching practices.  Personality type of the teachers  was  measured by KBTI (Keirsey Bates Type Inventory)  because it does not require special training and certification to administer.  The result  was  ESFJ and ESTJ as the primary typology of the teachers of  both groups and theoritically as a common type of teacher proffesion.  T-test of independence sample also was  calculated and  found  that there was no significant differences  in any personality domains  between effective teachers and ineffective teachers. These findings  suggest that no differences in personality type of the teachers might be influenced by educational system.

Keywords : teacher, personality type

The Differences of Personality Characteristics Between Effective and Ineffective Teacher


ABSTRACT

By Deasyanti, Jakarta State University – Indonesia

THE DIFFERENCES OF PERSONALITY CHARACTERISTICS BETWEEN EFFECTIVE AND INEFFECTIVE TEACHER

This study aims to find out the differences of personality characteristics between effective and ineffective teacher. The subjects are 109 secondary students in  West Jakarta who perceived their teachers as an effective and an ineffective teachers.  Data was be collected by questionnaire that constructed  base  on  Cruicshank, et.al  theorical concept about teacher personal characteristics.  Data was be analyzed by t-test independent sample. The result study was there was  a significant differences characteristics between effective and ineffective teacher in motivating personality, success orientation, and professional demeanor.

Keywords: personality, teacher, effective

Mengapa Sholat Subuh di Masjid itu Sulit?


MENGAPA SHOLAT SUBUH DI MASJID ITU SULIT DILAKUKAN?

Pak Bram seorang pegawai negeri sipil di Pemda DKI hampir setiap hari sekitar mulai jam 23.00 keluar rumah menuju pos satpam tak jauh dari rumahnya untuk bermain kartu bersama teman-temannya warga lain di lingkungan rumahnya yang sebelumnya saling kontak-kontakkan untuk berkumpul bersama. Memang mereka orang-orang yang dikenal baik dan memiliki rasa sosial yang tinggi, sehingga bermain kartu bagi mereka bukanlah untuk tujuan berjudi tetapi hanya untuk mengisi waktu luang sambil ngobrol ngalor ngidul sekaligus menemani satpam yang bertugas piket jaga malam. Masalahnya adalah mereka bermain kartu terlalu asyik sampai lupa waktu yaitu baru bubar persis sebelum azzan Subuh berkumandang. Mungkin mereka malu bila ditegur oleh Pak Ustadz atau para jamaah sholat Subuh yang melintas di dekat pos satpam tempat mereka bermain kartu. Pak Bram serta teman-teman main kartunya yang langsung pulang ke rumah (bukan mampir ke masjid) seringkali tidak sempat atau sangat berat untuk melakukan sholat Subuh meskipun itu dilakukan di rumahnya, biasanya mereka akan langsung tidur pulas karena kelelahan. Bahkan untuk bekerja pun Pak Bram acapkali terlambat sampai di kantor yaitu sekitar 10, tetapi karena ia pegawai yang sudah senior di kantornya maka hal ini tidak menjadi masalah baginya. Dalam hal ini Pak Bram tidak atau sulit melaksanakan sholat Subuh karena kelelahan sehingga mengantuk dan tertidur.

Hal ini berbeda dengan Pak Ardi yang seringkali tidak/sulit melaksanakan sholat Subuh di masjid karena profesinya yang memaksa ia harus mengerjakan tugas-tugas kantornya pada malam hari karena dituntut segera esok paginya harus sudah selesai dan siap dikirimkan ke kantor klien/pelanggannya. Menjelang azan Subuh ia biasanya baru bisa tidur sehingga sangat sulit untuk bangun ketika mendengar suara azan berkumandang, bahkan ia tidak sanggup mendengar suara azan yang sedemikian nyaringnya terdengar di rumahnya karena saking pulasnya ia tidur. Pak Ardi tidak/sulit sholat Subuh di masjid karena tuntutan profesi yang menghambat kebugarannya untuk mampu bangun guna menunaikan sholat Subuh.

Masih banyak orang-orang yang tidak sholat Subuh di masjid bukan karena kelelahan seperti Pak Bram dan karena tuntutan profesi seperti Pak Ardi, tetapi mereka tidak/sulit sholat Subuh di masjid karena memang tidak mau atau tidak merasa perlu untuk melakukannya.

Bagaimana kiat mengatasinya? Cara yang paling efektif tentunya kita harus menyesuaikan pola tidur kita agar kondisi kita dalam keadaan segar pada saat harus bangun subuh untuk sholat di masjid. Dalam kasus di atas, Pak Bram harus merubah kebiasaannya bermain kartu menjadi tidak terlalu lama misalnya sampai jam 24.00 atau paling lama jam 01.00 agar bisa bersegera untuk tidur cukup supaya bisa bangun subuh dengan cukup segar. Sementara Pak Ardi harus melakukan manajemen waktu dengan baik misalnya harus tidur cukup terlebih dahulu sebelum bekerja malam agar pada saat waktu Subuh tiba kondisi fisiknya masih memadai untuk melakukan sholat Subuh di masjid dan bisa bersegera kembali ke rumah untuk bekerja lagi tanpa harus mengikuti kultum yang biasanya diadakan di masjid.

Secara berseloroh namun terkesan serius, ada rekan ustadz yang menasihati bahwa supaya kita bisa bangun untuk sholat Subuh di masjid kiatnya mudah saja yaitu berniat dengan menyebutkan “Allah humma PAKSAin”… ketika kita kesulitan bangun subuh untuk sholat di masjid. Beberapa rekan bercerita sukses setelah menerapkan kiat sederhana ini… Bagaimana dengan Anda yang senasib dengan Pak Bram dan Pak Ardi di atas? Selamat mencobanya dan sukses!!

Timika, 2 September 2010

Mengenal LPMAK Kabupaten Mimika Papua


Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK)

LPMAK adalah sebuah lembaga nirlaba yang berkedudukan di Kabupaten Mimika, bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat suku Amungme dan Kamoro, serta 5 kekerabatan suku lainnya (Moni, Dani, Mee/Ekari, Nduga dan Damal) yang bertempat tinggal di wilayah Kabupaten Mimika. Program-program LPMAK berfokus pada pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan budaya dalam bidang  pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan sektor lain yang sesuai.  Dalam mencapai tujuan tersebut, kerjasama melalui kemitraan dengan pemerintah, lembaga adat, lembaga agama, PT Freeport Indonesia (PTFI), dan lembaga lain menjadi bagian yang penting. Sumber utama pendanaan program kerja LPMAK saat ini adalah Dana Kemitraan PTFI yang juga dikenal dengan nama Dana 1 %.

Saat ini LPMAK sudah menjadi lembaga lokal yang diperhitungkan, dibutuhkan masyarakat, dan mempengaruhi kemajuan pembangunan di Kabupaten Mimika.  Banyak prestasi yang diukir oleh LPMAK dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.  Program pendidikan dan kesehatan LPMAK merupakan program andalan dengan hasil-hasil nyata, terukur dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.  Program ekonomi LPMAK telah berhasil mengembangkan kelompok swadaya masyarakat (KSM) dalam jumlah yang nyata.  Beberapa KSM telah berhasil dan menunjukkan tanda-tanda kemandirian dalam pengelolaannya dan keberlangsungan usaha mereka.

Di masa yang akan datang tantangan yang akan dihadapi oleh LPMAK makin berat dan komplek. Tuntutan kepentingan dan harapan Para Pemangku Kepentingan (PPK) atau stakeholders yang tinggi dan beragam kepada LPMAK merupakan semacam mandat yang perlu dipenuhi.  Disamping itu, secara internal LPMAK menghadapi persoalan-persoalan seperti: kemampuan organisasi belum sesuai dengan kebutuhan pelayanan program yang makin meluas, kekurangan kepemimpinan, kemandirian dan profesionalisme dalam pengambilan keputusan terkait untuk kepentingan lembaga, integritas seluruh karyawan dan badan-badan di LPMAK, dan keberlanjutan sumber pendanaan.

Semoga LPMAK dapat menyusun rencana strategi yang tepat dan mampu mengimplementasikannya dengan baik dalam merespon tuntutan dan persoalan yang timbul agar perannya dalam memberdayakan masyarakat Suku Amungme, Suku Kamoro dan lima kekerabatan suku lainnya serta sekaligus mampu menjaga keutuhan NKRI dapat berjalan dengan sukses.

Sumber: RENSTRA LPMAK