Sakit Menghapus Kesombongan


SAKIT YANG MENGHAPUS KESOMBONGAN

Dalam kondisi sakit yang saat ini aku alami meskipun rasanya hanya sepele yaitu sakit perut, ternyata telah banyak menghambat bahkan menghentikan kegiatan-kegiatan rutinku sehari-hari dan menunda bahkan membuyarkan rencana-rencana kegiatan baru yang sudah lama aku impikan. Pokoknya yang sepintas aku rasakan secara emosional adalah sakit yang aku alami ini telah menyengsarakan dan merugikan aku.

Namun setelah aku coba untuk introspeksi dan renungkan secara religius, ternyata penyebabnya adalah kesombongan yang saat itu telah merasuki diriku. Allah jelas-jelas tidak suka orang yang sombong karena sudah tak terhitung banyaknya Ia mengatakannya melalui ayat-ayat Al-Quran, Hadits-Hadis Nabi, kisah-kisah sejarah, dan contoh-contoh kejadian nyata yang kita temui sehari-hari.

Beberapa hari yang lalu mungkin sekitar seminggu yang lalu, aku dengan yakin memaksa meminum sisa isi minuman botol “Nu Green Tea” yang sudah sekitar seminggu ditaruh di dalam kulkas, mungkin juga sudah beberapa hari “tergeletak” di mobil sebelum dimasukkan ke kulkas oleh PRT. Aku memang rasakan airnya sudah agak masam dan istriku sudah mengingatkan untuk dibuang saja, tapi aku berkeras dan memaksa untuk tetap meminumnya sambil dengan sombong mengatakan “biasanya aku minum kok tapi gak apa-apa tuh… perut aku kuat kok…!” Setelah meminumnya, karena di malam hari, jadi aku langsung tidur tanpa sempat minum air putih lagi untuk menawarkannya, sebagaimana biasa aku melakukannya. Akibatnya, tepat tengah malam aku terbangun karena perutku sakit, perih dan terasa ditusuk-tusuk. Karena mengantuk, rasa sakit itu hilang terbawa tidur. Bangun tidur, rasa sakit itu kembali menyerang. Tetapi karena aku harus segera berangkat pagi-pagi dari rumah supaya tidak telat tiba di kantor klien untuk mengadakan tes seleksi, rasa sakit agak terlupakan.

Setiba di kantor klien, sakit perutku muncul dan memaksaku harus dua kali BAB (buang air besar). Badanku mulai meriang panas dingin yang diikuti rasa ngilu dan nyeri di sekujur badan. Aku sempat meminum obat Mylanta cair yang diberikan Kabag Kepegawaian klien dan “ponstan” untuk menghilangkan rasa sakit supaya aku sementara bisa menjalankan pekerjaan tes seleksi dengan baik. Dengan kondisi yang lemah akhirnya tes seleksi dapat juga diselesaikan dengan lancar. Sesampaikan kembali ke kantor sendiri, stafku sudah menyodorkan setumpuk berkas yang harus diperiksa dan diselesaikan hari ini karena klien sudah menunggu hasilnya. Dengan rasa sakit yang masih dirasakan bukan hanya di perut tetapi di sekujur tubuh, aku akhirnya menyerah tidak sanggup menyelesaikan semua pekerjaan itu. Ini berarti aku sudah menyebar benih ketidakpuasan kepada klien. Belum lagi target menyelesaikan satu proposal workshop juga gagal, yang berarti telah menyia-nyiakan peluang tambahan klien sekaligus income yang cukup signifikan. Pada intinya, sakit perut ini beserta rentetannya terbukti telah banyak merugikan aku. Sakit perut yang disebabkan oleh kesombonganku telah membuatku susah dalam banyak hal. Sakit telah menyadarkan aku bahwa kesombongan yang dibawa oleh syaitan yang merasuki diri kita telah kita mengakibatkan penderitaan pada kita. Oleh karena itu, kesombongan harus kita usir dari diri kita karena dia memang tidak perlu ada.

RS Hermina Jatinegara

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: