Workshop Workload Analysis Batch XVIII


WORKSHOP WORKLOAD ANALYSIS BATCH XVIII

TANGGAL 24-25 MEI 2010

THE ARYADUTA SUITES HOTEL SEMANGGI JAKARTA

Dari kiri-kanan: Adil Kurnia, Dwi Agus, Enjang Wahyu, Sri Sunilawati

PESERTA:

  1. Dwi Agus Riyanto (Perum LKBN ANTARA)
  2. Hj. Sri Sunilawati, SE. MM. (Politeknik Negeri Pontianak)
  3. Enjang Wahyu (Politeknik Negeri Pontianak)

TRAINER: Adil Kurnia

PENYELENGGARA: Value Consult

Charles Darwin University Australia


CHARLES DARWIN UNIVERSITY AUSTRALIA

Located in Darwin, Australia’s most northerly capital city, the Charles Darwin University is the major tertiary education institution in the Northern Territory. It was established on 1 January 1989 through the amalgamation of the University College of the Northern Territory and the Darwin Institute of Technology.

The University provides both higher education and vocational education and training (TAFE programs). All Higher Education courses are nationally registered. The University is unique in its distance from other Australia academic institutions, with the nearest University being in Indonesia.

The Charles Darwin University is the closest Australian University to South East Asia – not more than 2 hours flight from Denpasar and just 4 from Singapore. Charles Darwin University is part of the Australian National Unified System of Higher Education. It is a Commonwealth Government funded University and a member of the Commonwealth Association of Universities.

Charles Darwin University is Australia’s newest University offering studies from senior secondary, the certificate level and through to doctorates.

You can study a broad range of courses in traditional areas of study or specialise in areas unique to the location such as tropical and desert studies and Indigenous research and education. As Australia’s closest University to Asia, Charles Darwin University courses are also taught in Malaysia, Hong Kong, India, Papua New Guinea and Brunei and the university has formal connections with a range of other respected Universities in Australia and around the world.

With more than 18,000 students drawn from 60 nationalities, it is a University that welcomes researchers, teachers and students to share in the richness of life and study opportunities unlike anywhere else.

Source: http://www.geebeeworld.com

Kematangan Emosi Pada Maradona


Pada tahun 1978, Argentina menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepakbola yang merupakan olahraga paling digemari bukan saja di Argentina sendiri tapi oleh seluruh penduduk dunia. Sang Pelatih Luis Caesar Menotti dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah untuk memilih salah satu dari dua striker yang sama-sama sudah terbukti kehebatannya dari segi skill yang dimilikinya yaitu Mario Kempes atau Maradona. Mario Kempes jauh lebih senior dan sudah dikenal oleh kandidat juara dunia lainnya seperti Jerman Barat, Belanda, Brasil, Inggris dan lainnya. Maradona memang pemain yang belia dan belum dikenal dunia namun kehebatannya sudah terbukti di blantika sepakbola negeri “tanggo” Argentina bahkan rakyat Argentina meyakini ia bisa melebihi seniornya Mario Kempes.

Namun secara agak kontroversial diluar dugaan banyak orang, Luis Caesar Menotti memilih Mario Kempes dan mendepak Maradona dari timnas Argentina menghadapi Piala Dunia di negerinya sendiri. Alasan sang pelatih adalah kematangan emosi sang calon bintang diragukan mampu memikul beban berat dari rakyat Argentina yang sangat mendambakan tim kesayangan mereka menjadi juara dunia sepakbola di negerinya sendiri. Ternyata pilihan Menotti tidak keliru, Argentina akhirnya menjadi juara dunia dengan mengalahkan Belanda 3-1 dan Kempes berhasil memborong 2 gol untuk negerinya.

Maradona pun sebenarnya tidak sepenuhnya kecewa, karena kemudian Menotti mengajaknya untuk bersama Ramon Diaz menjadi tulang punggung dan andalan Argentina dalam Piala Dunia Junior di Tokyo Jepang yang akhirnya juga berhasil dijuarai Argentina (Indonesia ikut serta tapi ketika itu “dihajar” Argentina dengan skor memalukan 9-0 atau 11-0, di cuaca yang sangat dingin).

Pada Piala Dunia 1982 di Spanyol, Menotti akhirnya membawa Maradona kedalam timnya yang akan berlaga di kejuaraan itu. Pada kejuaraan ini, Maradona diusir wasit karena mendapat kartu merah setelah ia melakukan pelanggaran secara emosional menendang pemain Brasil dan Argentina akhirnya gagal total dan kehilangan gelarnya pada kejuaraan ini. Dengan kejadian ini, rakyat Argentina bahkan pecandu sepakbola di seluruh dunia baru memahami dan mengakui kejeniusan Luis Cesar Menotti ketika pada Piala Dunia tahun 1978 yang meski diprotes banyak orang tetapi dengan keyakinan penuhia memilih Mario Kempes yang telah memiliki kematangan dibandingkan dengan Maradona masih kurang matang secara emosi.

Pada Piala Dunia berikutnya tahun 1986 di Meksiko, Maradona diberi kepercayaan sebagai kapten untuk memimpin tim “tanggo” Argentina merebut kembali piala dunia. Dengan kepiawaiannya dan kematangannya yang semakin berkembang, Maradona berhasil membawa Argentina menjadi juara dunia kembali, meskipun ada tragedi yang sulit dilupakan orang Inggris ketika tim kebanggaan mereka disingkirkan Argentina oleh “gol tangan Tuhan” yang dilakukan Maradona.

Peran kematangan emosi dalam dunia olahraga jelas tergambarkan pada kasus Maradona di atas dan Luis Caesar Menotti menjadi tokoh yang paling memahami dan berani serta berhasil mempraktekkan pentingnya peran kematangan terhadap prestasi dalam olahraga.

Sumber Ide: Kompas

Workshop Workload Analysis Batch XVI


WORKSHOP WORKLOAD ANALYSIS BATCH XVI

TANGGAL 10-11 MARET 2010

HOTEL ARYADUTA SUITES SEMANGGI JAKARTA

Workshop Workload Analysis Batch XV


WORKSHOP WORKLOAD ANALYSIS BATCH XV

TANGGAL 20-21 JANUARI 2010

HOTEL ARYADUTA SUITES SEMANGGI JAKARTA

Training Problem Solving and Decision Making Sekretariat Jenderal DPR RI


Dari kiri ke kanan: Adil Kurnia, Dian Melani, Robby Habibi, Umar Wahid, Masruri

Workshop Workload Analysis


WORKSHOP WORKLOAD ANALYSIS
BERSAMA DOSEN-DOSEN MAGISTER PROFESI PIO FPSI-UI
DI HOTEL GRAND FLORA KEMANG JAKARTA

Alice, Arum, Lieke, Butet

Bimbingan Teknis Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja LAPAN Tahun 2009


BIMBINGAN TEKNIS ANALISIS JABATAN DAN ANALISIS BEBAN KERJA

LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN)

HOTEL GRAND JAYARAYA, CIPAYUNG PUNCAK

TANGGAL 29 NOVEMBER S/D 1 DESEMBER 2009

Bimbingan Teknis Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja LAPAN 2009

Workshop HRMDP Batch-IX (5-6 Mei 2010)


WORKSHOP HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT PROGRAM (BATCH-IX)

ARYADUTA SUITES HOTEL SEMANGGI

JAKARTA, 5-6 Mei 2010

Dari kiri ke kanan: Rama C. Alam, Lucia Sri Nawaningsih, Adil Kurnia, Yuliana Sari, Aldrin Palipadang, Yeremias Mae Reke.

PESERTA :

  1. Yeremias Rae Meke (PT. Permata Wacana Lestari)
  2. Rama C. Alam (PT. Provices Indonesia)
  3. Aldrin Palipadang (PT. Travira Air)
  4. Yuliana Sari (PT. Bank Resona Perdania)
  5. Lucia Sri Nawaningsih (PT. Pembangkitan Jawa Bali)

TRAINER : Adil Kurnia

PENYELENGGARA : Value Consult