Time Study dalam Analisis Beban Kerja


     

Penyelidikan Waktu {Time Study) dalam Analisis Beban Kerja

Masalah penentuan beban kerja bukan merupakan masalah baru, tetapi sudah ada sejak adanya sistem upah. Dalam sistem produksi yang masih primitif, pegawai dapat mengawasi sendiri beban kerjanya karena ia merencanakan dan melakukan sendiri pekerjaannya. Pengawas hanya dapat mendorong agar pegawai-pegawainya bekerja lebih giat. Sistem produksi modern merencanakan pekerjaan. menentukan kecepatan jalannya mesin-mesin dan mengawasi arus bahan-bahan sedemikian rupa sehingga pegawai terpaksa mempertahankan kecepatan yang telah ditetapkan oleh manajemen. Meskipun manajemen terus-menerus mengadakan pengawasan terhadap beban kerja baik didalam kantor maupun didalam pabrik. hal ini tidak dapat disimpulkan bahwa pegawai-pegawai merasa puas dengan standar pekerjaan yang ditetapkan oleh unit kerja mesin. Insinyur-lnsinyur perusahaan telah menyempurnakan teknik penyeledikan waktu dengan harapan dapat memecahkan persoalan ini. Oleh karena penyelidikan waktu dapat menimbulkan banyak masalah dalam kepegawaian maka sudah selayaknya jika penyelidikan waktu dibahas lebih jauh.

Untuk menyelidiki pekerjaan dalam sehari secara benar, F.W. Taylor menentukan waktu suatu jabatan dengan mempergunakan stopwatch, ia berpendapat bahwa penyelidikan waktu secara menyeluruh adalah tidak memuaskan dan bahwa adalah lebih baik menentukan waktu bagian-bagian dari masing-masing jabatan. Ini merupakan permulaan dari suatu teknik yang banyak disempurnakan sejak jaman F.W. Taylor yang disebut dengan Penyelidikan Waktu menurut Unsur-Unsurnya (Elemental Time Study). Jabatan diuraikan kedalam unsur-unsurnya yang pokok atau kedalam gerak-geraknya yang penting. yang diperlukan untuk melaksanakan jabatan tersebut. Penguraian demikian menunjukkan urutan atau rangkaian dari pelaksanaan-pelaksanaan yang berulang. yang terjadi pada tiap jabatan, yang disebut dengan lingkaran-lingkaran (Cycles). Perhitungan gabungan unsur-unsur dalam suatu lingkaran dan pengukuran waktu lingkaran yang teliti akan menghasilkan waktu produksi yang diperlukan.

Waktu yang dipergunakan dalam kegiatan-kegiatan yang tidak langsung berhubungan dengan produksi disebut Waktu Bukan Lingkaran (Noncyclical Time). Penyelidikan waktu secara keseluruhan akan mengabaikan pentingnya Noncycfical Time ini dan membolehkan penghapusan Noncyclical Time yang tidak penting. Oleh karena itu hanya waktu minimum yang penting yang dibolehkan untuk ditambahkan pada pelaksanaan-pelaksanaan pekerjaan tersebut, seperti meminyaki dan menunggu bahan-bahan. Waktu-waktu Noncyclical Time disebut Allowances (waktu-waktu yang diperbolehkan untuk ditambahkan) dihitung sebagai prosentase dari waktu lingkaran (Cycle Time). Lagi pula Allowances diperlukan untuk Kelelahan dan Kebutuhan Pribadi. Jumlah keseluruhan Waktu Lingkaran dan Allowances menunjukkan seluruh waktu per kesatuan yang diperlukan untuk produksi. Melalui pengukuran waktu secara teliti yang diperlukan untuk mengerjakan suatu tugas, Taylor mengharapkan dapat mengurangi biaya dan mengakhiri pertentangan-perlentangan mengenai beban kerja yang sebenarnya.

Apabila waktu suatu jabatan telah ditentukan. maka Taylor beranggapan bahwa pekerjaan sehari yang benar (penuh) telah ditentukan secara ilmiah. Penyelidikan waktu dipergunakan untuk menghapuskan semua perdebatan tentang standar pelaksanaan pekerjaan. Metode ilmiah ini gunanya untuk memberikan standar yang relatif tidak dapat disangkal.

Bahan Bacaan: Berbagai sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: