Kontak Mata Saat Berpidato


Kontak Mata Saat Berpidato

Hal yang erat hubungannya dengan kemampuan Anda membiarkan energi Anda keluar adalah keahlian untuk membuat kontak mata berlama-lama. Hal ini melibatkan tindakan untuk mempertahankan kontak mata dengan seorang individu selama tiga, empat, atau lima detik, atau sampai Anda menyelesaikan suatu pemikiran. Kebanyakan pembicara melihat kepada seseorang sebelum kemudian beralih kepada orang lainnya, menyapu hadirin dengan pandangannya, dan bukannya mempertahankan kontak mata yang spesifik pada seorang individu tertentu. Jangan biarkan diri Anda terjebak ke dalam kebiasaan yang buruk ini.

Penting sekali bagi seorang pembicara untuk mempertahankan kontak mata; pertama, karena hal itu akan membantu Anda mengurangi ketegangan. Kedua, dengan berfokus hanya pada satu orang maka Anda bisa mengingatkan diri sendiri bahwa Anda sedang berada dalam sebuah percakapan. Kenyataan bahwa mungkin ada 500 orang dalam ruangan tidak mengubah kenyataan bahwa setiap orang yang Anda ajak bicara menafsirkan Anda secara individual dan akan menanggapi Anda secara individual pula.

Kalau Anda melihat kepada seseorang selama tiga sampai 5 detik, maka Anda akan benar-benar mempunyai waktu untuk melihatmasing-masing individu tersebut. Hal itu akan memungkinkan Anda bisa membaca seluruh hadirin. Dengan demikian Anda akan tahu atau merasakan bagaimana mereka memberikan tanggapan terhadap Anda.

Sumber : Buku “Blow Your Own Horn” oleh Jeffrey P. Davidson

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: