Pahala Orang Sakit


Pahala Orang yang Sakit

“Aku heran dengan orang mukmin yang gelisah menghadapi penderitaan sakitnya. jika ia mengetahui sesuatu (pahala) yang terdapat pada sakitnya, ia pasti akan mengharapkan sakitnya tersebut hingga ia bertemu dengan Allah SWT.”

(HR Ath-Thabrani, dari Ibnu Mas’ud)

Menjenguk Orang Sakit


Menjenguk Orang Sakit

“Kesempurnaan menjenguk orang sakit adalah hendaknya penjenguk meletakkan tangannya ke dahi si sakit atau memegang tangannya sambil bertanya tentang keadaannya.”

(HR Abu Umamah)

“Kalau kamu menjenguk orang sakit, berilah ia harapan hidup atau kesembuhan yang cepat, karena itu menyenangkan hatinya.”

(HR At-Tirmidzi)

Lupa Shalat atau Ketiduran


Lupa Shalat atau Ketiduran

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa lupa shalat atau ketiduran maka tebusannya adalah mengerjakannya pada saat dia ingat.”

(HR Ahmad)

Method of Work Measurement


Method of Work Measurement

1).  Historical Experience

  • Advantage(s): Easy and inexpensive
  • Disadvantage(s): Not objective and unreliable

2). Time Studies

  • Advantage(s): Accurate
  • Disadvantage(s): Requires trained staff; and Standard cannot be set before the task is performed.

3).  Predetermined Time Standards

  • Advantage(s): Established in a laboratory environment; and Can be set before the task is done.
  • Disadvantages: Can be very expensive.

4).  Work Sampling

  • Advantage(s): Not as expensive as time-study; Observers require little training; and Study can be delayed with little impact on results.
  • Disadvantage(s): Work elements are not broken down completely; Sampling MUST be random; and A long sampling time is needed.

Menghitung Jumlah Tenaga Kerja yang Diperlukan


Menghitung Jumlah Tenaga Kerja Yang Diperlukan

Kita dapat menghitung berapa jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu jabatan. Jabatan adalah pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai. Pertama-tama kita menentukan jumlah waktu yang sungguh-sungguh diperlukan untuk menyelesaikan jabatan tersebut (Cycle Time atau Cyclical Time). Kemudian kita menentukan prosentase dari waktu bukan lingkaran (Noncyclical Time), waktu untuk menghilangkan kelelahan, dan waktu untuk keperluan pribadi. Misalnya waktu yang sungguh-sungguh diperlukan untuk menyelesaikan jabatan (Cycle Time) adalah 2000 jam. Jumlah tersebut kita tentukan berdasarkan Penyelidikan Waktu dan Gerak (Time and Motion Study).

Apabila Waktu Bukan Lingkaran (Noncyclical Time) kita tentukan 40%, Waktu untuk Kelelahan 20%, dan Waktu untuk Keperluan Pribadi 20% dari Waktu Lingkaran (Cycle Time), maka jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan jabatan tersebut adalah 2000 jam (Cycle Time) + 800 jam (Noncyclical Time) + 400 jam (Waktu untuk menghilangkan Kelelahan) + 400 jam (Waktu untuk Keperluan Pribadi) = 3600 jam.

Apabila jabatan tersebut harus diselesaikan dalam waktu satu bulan (25 hari) dan tiap hari waktu kerja adalah 8 jam, maka untuk jabatan tersebut diperlukan :

( 3600 / 8 x 25 ) x 1 orang = 18 orang

Akan tetapi harus diingat bahwa dalam waktu satu bulan tersebut pada umumnya ada pegawai yang tidak masuk bekerja karena alasan sakit, meninggal, dan alasan-alasan lainnya. Untuk menentukan dengan lebih tepat berapa jumlah tenaga kerja yang diperlukan. maka jumlah pegawai yang telah diperoleh (dihitung) menurut Analisis Beban Kerja dan Penyelidikan Waktu tersebut perlu ditambah dengan dengan prosentase tertentu akibat ketidak hadiran pegawai tersebut. Hal ini disebut dengan Analisis Tenaga Kerja (Work-force Analysis). Untuk ketidakhadiran pegawai tersebut kita tentukan misalnya 10%. Maka jumlah tenaga kerja yang sungguh-sungguh diperlukan adalah 18 orang + (10% x 18 orang) = ± 20 orang.

Bahan Bacaan: Buku “Analisis Jabatan” oleh Moekijat

Waktu Kelonggaran dalam Analisis Beban Kerja


Waktu Untuk Kelelahan dan Keperluan Pribadi (Waktu Kelonggaran)

Waktu tambahan juga perlu diadakan untuk menghilangkan kelelahan. Beberapa jabatan memiliki Waktu Bukan Lingkaran (Noncyclical Time atau Down Time), sehingga tidak perlu ada waktu tambahan untuk kelelahan. Jabatan-jabatan yang lain mengandung banyak kegiatan yang menggunakan otot atau urat saraf dan diperlukan waktu tambahan untuk kelelahan yang lebih besar. Waktu tambahan untuk kelelahan ini hendaknya cukup banyaknya sehingga pegawai pada akhir hari kerja masih memiliki sisa tenaga untuk kegiatan-kegiatan sosial, rekreasi dan sebagainya.

Waktu untuk keperluan pribadi pegawai seperti waktu untuk makan, merokok, dan mengobrol dengan teman-teman sebelahnya adalah penting agar pegawai tetap segar.

Jumlah waktu untuk keperluan pribadi ini tergantung pada hakikat dan sifat jabatan. Jumlah waktu yang diperlukan untuk menghasilkan 1 potong atau 1 ton barang adalah jumlah waktu-waktu tersebut di atas. Pada Waktu Lingkaran ditambahkan Waktu untuk Unsur-unsur yang tidak merupakan lingkaran (Noncyctical Elements), Waktu untuk Kelelahan dan Waktu untuk Keperluan Pribadi yang dinayatakan kedalam prosentase dari Waktu Lingkaran (Cycle Time atau Cyclical Time).

Bahan Bacaan: Buku “Analisis Jabatan” oleh Moekijat

Work Cycle dalam Analisis Beban Kerja


Work Cycle (Lingkaran Pekerjaan) dalam Analisis Beban Kerja

Kebanyakan jabatan memiliki suatu lingkaran pekerjaan yang teratur yang selalu berulang kembali. Penyelidikan Gerak menunjukkan dan menstandardisasikan lingkaran pekerjaan tersebut sedemikian rupa sehingga dapat diukur waktunya dengan tepat. Adalah tidak mungkin membuat suatu penyelidikan waktu dengan tepat kecuali jika ada suatu lingkaran pekerjaan yang teratur. Seorang pemimpin misalnya tidak melakukan kewajiban-kewajiban yang selalu berulang pada jarak-jarak waktu tertentu. Tugas-tugas dari kebanyakan jabatan kantor tidak mengikuti suatu lingkaran pekerjaan yang teratur. Jabatan-jabatan yang lain memiliki lingkaran pekerjaan yang sangat lama sehingga mengandung banyak faktor yang tidak tetap (Variables) dan satu lingkaran tidak dapat disamakan dengan lingkaran yang lain. Penyelidikan Waktu hanya akan menimbulkan masalah-masalah kepegawaian, kecuali apabila ada lingkaran pekerjaan yang teratur dan ditentukan dengan tepat.

Lingkaran pekerjaan tersebut di atas kemudian diuraikan kedalam unsur-unsur pekerjaan yang merupakan pola-pola gerak pokok, atas dasar mana semua lingkaran dibuat. Pengalaman menunjukkan bahwa Penyelidikan Waktu menurut Unsur-unsurnya (menentukan waktu jabatan unsur demi unsur) merupakan metode yang paling seksama. Akan tetapi seperti halnya dengan Penyelidikan Gerak adalah lebih mudah membuat Penyelidikan Waktu secara keseluruhan dan secara kasar dibanding membuat suatu Penyelidikan Waktu menurut Unsur-unsurnya. Kesalahan-kesalahan yang timbul dari cara yang mudah tersebut merupakan sumber dari banyak masalah kepegawaian. Penggunaan para Penyelidik Waktu yang terlatih dan yang menyadari sepenuhnya akan kepentingan metode-metode yang baik akan menghapuskan sumber-sumber rasa tidak puas pegawai.

Noncyclical Elements (Unsur-Unsur yang Tidak merupakan Lingkaran)

Disamping unsur yang berulang dalam suatu jabatan, ada unsur-unsur yang berulang pada selang-selang (interval- interval) yang teratur tetapi tidak merupakan bagian dan setiap lingkaran pekerjaan. Pekerjaan meminyaki mesin secara berkala (periodik) dan menunggu bahan-bahan yang diserahkan merupakan unsur-unsur yang tidak berulang. Suatu Penyelidikan Waktu yang dilakukan secara teliti akan sangat berhati-hati dalam mendapatkan jumlah unsur yang tidak berulang dan lamanya waktu rata-rata yang diperlukan untuk unsur-unsur tersebut.

Penyelidikan Waktu tersebut memakan waktu yang lama dan ada suatu kecenderungan untuk menggunakan perkiraan-perkiraan yang kasar. Oleh karena jumlah Waktu Bukan-Lingkaran (Noncyclical Time) sering lebih besar dibanding waktu yang sungguh-sungguh dipergunakan untuk bekerja (Cycle Time), maka pembuatan perkiraan-perkiraan yang kasar dapat menimbulkan kesalahan yang besar.

Bahan Bacaan: Buku “Analisis Jabatan” oleh Moekijat

Motion Study dalam Analisis Beban Kerja


Penyelidikan Gerak (Motion Study) Dalam Analisis Beban Kerja

Penyelidikan waktu yang cermat tanpa penyelidikan gerak yang dilakukan secara seksama adalah tidak mungkin. Oleh karena itu maka penyelidikan gerak selalu didahului oleh analisis mengenai cara yang terbaik untuk melakukan suatu tugas, hal ini disebut dengan Penyelidikan Gerak (Motion Study). Penyelidikan gerak ini dikembangkan oleh Frank & Lilian Gilbreth, pelopor0-pelopor manajemen ilmiah. Dengan menggunakan suatu alat gerak-lamban (Slow Motion Projector) disertai dengan suatu alat untuk menentukan waktu yang khusus yang disebut Microchronometer pada latar belakang gambar, pada waktu yang bersamaan dapat dibuat penyelidikan gerak dan waktu yang tepat serta terinci. Metode ini adalah lebih rumit dibanding dengan penyelidikan dengan Stopwatch, tetapi hasilnya juga lebih teliti. Alat pemotret ini menunjukkan jalannya gerak dan ketidakteraturan-ketidakteraturan dalam jalannya gerak. Gerak lamban memungkinkan analisis yang tepat dari jalannya gerak, sehingga metode pekerjaan yang terbaik dapat diketemukan dan memungkinkan distandarisasikan. Dengan menghentikan alat pemotret, orang dapat membaca waktu pada Microchronometer untuk setiap unsur dalam lingkaran pekerjaan (Work Cycle) tersebut.

Masih dimungkinkan untuk melakukan Penyelidikan Waktu dari suatu jabatan tanpa terlebih dahulu membuat Penyelidikan Gerak dengan teliti, tetapi hasilnya akan kurang memuaskan. Penyelidikan Waktu mempunyai prasangka bahwa ada suatu metode tertentu untuk mengerjakan suatu jabatan. Suatu penyimpangan dari metode ini akan mengubah jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Penyelidikan Gerak tidak hanya berguna dalam riset untuk perencanaan alat-alat, susunan pekerjaan, pola-pola gerakan, penyelidikan mengenai kelahan dan pelatihan pegawai, tetapi juga penting bagi unit kerja kepegawaian untuk menentukan metode yang dipergunakan dalam mengerjakan tugas. Apabila timbul keberatan mengenai beban kerja maka harus diputuskan apakah pegawai telah mempergunakan metode yang telah diperintahkan atau apakah situasi telah berubah sedemikian rupa. sehingga metode yang diberikan tersebut tidak dapat dipergunakan lagi. Analisis    permulaan dari suatu jabatan yang dibuat sebelum penyelidikan waktu merupakan bagian pengukuran pekerjaan sehari penuh yang paling sulit dan memakan waktu lama. Oleh karena itu langkah yang penting ini sering dihapuskan atau dilaksanakan dengan tidak sempurna.

Bahan Bacaan: Buku “Analisis jabatan” oleh Moekijat

Time Study dalam Analisis Beban Kerja


     

Penyelidikan Waktu {Time Study) dalam Analisis Beban Kerja

Masalah penentuan beban kerja bukan merupakan masalah baru, tetapi sudah ada sejak adanya sistem upah. Dalam sistem produksi yang masih primitif, pegawai dapat mengawasi sendiri beban kerjanya karena ia merencanakan dan melakukan sendiri pekerjaannya. Pengawas hanya dapat mendorong agar pegawai-pegawainya bekerja lebih giat. Sistem produksi modern merencanakan pekerjaan. menentukan kecepatan jalannya mesin-mesin dan mengawasi arus bahan-bahan sedemikian rupa sehingga pegawai terpaksa mempertahankan kecepatan yang telah ditetapkan oleh manajemen. Meskipun manajemen terus-menerus mengadakan pengawasan terhadap beban kerja baik didalam kantor maupun didalam pabrik. hal ini tidak dapat disimpulkan bahwa pegawai-pegawai merasa puas dengan standar pekerjaan yang ditetapkan oleh unit kerja mesin. Insinyur-lnsinyur perusahaan telah menyempurnakan teknik penyeledikan waktu dengan harapan dapat memecahkan persoalan ini. Oleh karena penyelidikan waktu dapat menimbulkan banyak masalah dalam kepegawaian maka sudah selayaknya jika penyelidikan waktu dibahas lebih jauh.

Untuk menyelidiki pekerjaan dalam sehari secara benar, F.W. Taylor menentukan waktu suatu jabatan dengan mempergunakan stopwatch, ia berpendapat bahwa penyelidikan waktu secara menyeluruh adalah tidak memuaskan dan bahwa adalah lebih baik menentukan waktu bagian-bagian dari masing-masing jabatan. Ini merupakan permulaan dari suatu teknik yang banyak disempurnakan sejak jaman F.W. Taylor yang disebut dengan Penyelidikan Waktu menurut Unsur-Unsurnya (Elemental Time Study). Jabatan diuraikan kedalam unsur-unsurnya yang pokok atau kedalam gerak-geraknya yang penting. yang diperlukan untuk melaksanakan jabatan tersebut. Penguraian demikian menunjukkan urutan atau rangkaian dari pelaksanaan-pelaksanaan yang berulang. yang terjadi pada tiap jabatan, yang disebut dengan lingkaran-lingkaran (Cycles). Perhitungan gabungan unsur-unsur dalam suatu lingkaran dan pengukuran waktu lingkaran yang teliti akan menghasilkan waktu produksi yang diperlukan.

Waktu yang dipergunakan dalam kegiatan-kegiatan yang tidak langsung berhubungan dengan produksi disebut Waktu Bukan Lingkaran (Noncyclical Time). Penyelidikan waktu secara keseluruhan akan mengabaikan pentingnya Noncycfical Time ini dan membolehkan penghapusan Noncyclical Time yang tidak penting. Oleh karena itu hanya waktu minimum yang penting yang dibolehkan untuk ditambahkan pada pelaksanaan-pelaksanaan pekerjaan tersebut, seperti meminyaki dan menunggu bahan-bahan. Waktu-waktu Noncyclical Time disebut Allowances (waktu-waktu yang diperbolehkan untuk ditambahkan) dihitung sebagai prosentase dari waktu lingkaran (Cycle Time). Lagi pula Allowances diperlukan untuk Kelelahan dan Kebutuhan Pribadi. Jumlah keseluruhan Waktu Lingkaran dan Allowances menunjukkan seluruh waktu per kesatuan yang diperlukan untuk produksi. Melalui pengukuran waktu secara teliti yang diperlukan untuk mengerjakan suatu tugas, Taylor mengharapkan dapat mengurangi biaya dan mengakhiri pertentangan-perlentangan mengenai beban kerja yang sebenarnya.

Apabila waktu suatu jabatan telah ditentukan. maka Taylor beranggapan bahwa pekerjaan sehari yang benar (penuh) telah ditentukan secara ilmiah. Penyelidikan waktu dipergunakan untuk menghapuskan semua perdebatan tentang standar pelaksanaan pekerjaan. Metode ilmiah ini gunanya untuk memberikan standar yang relatif tidak dapat disangkal.

Bahan Bacaan: Berbagai sumber

Allah Hidupkan Negeri Yang Mati (Tandus)


Allah Hidupkan Suatu Negeri Yang Mati (Tandus)

“Dan Allah-lah yang mengirimkan angin; lalu (angin itu) menggerakkan awan, maka Kami arahkan awan itu ke suatu negeri yang mati (tandus) lalu dengan hujan itu Kami hidupkan bumi setelah mati (kering). Seperti itulah kebangkitan itu.”

(QS Al-Faathir: 9)

« Older entries