Menghitung Beban Kerja Secara Sederhana


Menghitung Beban Kerja Secara Sederhana (Tanpa Penyesuaian)

Asumsi :

1 minggu = 5 hari kerja; 1 bulan = 24 hari kerja;

1 triwulan = 72 hari kerja; 1 tahun = 288 hari kerja

Rata-rata jam kerja per hari = 8 jam atau 480 menit.

Contoh :

Tugas Harian:

–> misalnya = 3 jam = 180 menit

Tugas Mingguan:

–> misalnya = 5 jam = 300 menit : 5 =  60 menit

Tugas Bulanan:

–> misalnya = 10 jam = 600 menit : 24 = 25 menit

Tugas Triwulanan:

–> misalnya = 50 jam = 3000 menit : 72 = 41,7 menit

Tugas Tahunan:

–> misalnya = 50 jam = 3000 menit : 288 =  10,4 menit

Kerja efektifnya, ekivalen 1 hari rata-rata = 316,1 menit

Jadi, besar beban kerja produktifnya adalah :

–> (316,1/480) x 100% = 65,85%

Sumber: Materi Workshop Workload Analysis

Method of Work Measurement


Method of Work Measurement

1).  Historical Experience

  • Advantage(s): Easy and inexpensive
  • Disadvantage(s): Not objective and unreliable

2). Time Studies

  • Advantage(s): Accurate
  • Disadvantage(s): Requires trained staff; and Standard cannot be set before the task is performed.

3).  Predetermined Time Standards

  • Advantage(s): Established in a laboratory environment; and Can be set before the task is done.
  • Disadvantages: Can be very expensive.

4).  Work Sampling

  • Advantage(s): Not as expensive as time-study; Observers require little training; and Study can be delayed with little impact on results.
  • Disadvantage(s): Work elements are not broken down completely; Sampling MUST be random; and A long sampling time is needed.

Menghitung Jumlah Tenaga Kerja yang Diperlukan


Menghitung Jumlah Tenaga Kerja Yang Diperlukan

Kita dapat menghitung berapa jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu jabatan. Jabatan adalah pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai. Pertama-tama kita menentukan jumlah waktu yang sungguh-sungguh diperlukan untuk menyelesaikan jabatan tersebut (Cycle Time atau Cyclical Time). Kemudian kita menentukan prosentase dari waktu bukan lingkaran (Noncyclical Time), waktu untuk menghilangkan kelelahan, dan waktu untuk keperluan pribadi. Misalnya waktu yang sungguh-sungguh diperlukan untuk menyelesaikan jabatan (Cycle Time) adalah 2000 jam. Jumlah tersebut kita tentukan berdasarkan Penyelidikan Waktu dan Gerak (Time and Motion Study).

Apabila Waktu Bukan Lingkaran (Noncyclical Time) kita tentukan 40%, Waktu untuk Kelelahan 20%, dan Waktu untuk Keperluan Pribadi 20% dari Waktu Lingkaran (Cycle Time), maka jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan jabatan tersebut adalah 2000 jam (Cycle Time) + 800 jam (Noncyclical Time) + 400 jam (Waktu untuk menghilangkan Kelelahan) + 400 jam (Waktu untuk Keperluan Pribadi) = 3600 jam.

Apabila jabatan tersebut harus diselesaikan dalam waktu satu bulan (25 hari) dan tiap hari waktu kerja adalah 8 jam, maka untuk jabatan tersebut diperlukan :

( 3600 / 8 x 25 ) x 1 orang = 18 orang

Akan tetapi harus diingat bahwa dalam waktu satu bulan tersebut pada umumnya ada pegawai yang tidak masuk bekerja karena alasan sakit, meninggal, dan alasan-alasan lainnya. Untuk menentukan dengan lebih tepat berapa jumlah tenaga kerja yang diperlukan. maka jumlah pegawai yang telah diperoleh (dihitung) menurut Analisis Beban Kerja dan Penyelidikan Waktu tersebut perlu ditambah dengan dengan prosentase tertentu akibat ketidak hadiran pegawai tersebut. Hal ini disebut dengan Analisis Tenaga Kerja (Work-force Analysis). Untuk ketidakhadiran pegawai tersebut kita tentukan misalnya 10%. Maka jumlah tenaga kerja yang sungguh-sungguh diperlukan adalah 18 orang + (10% x 18 orang) = ± 20 orang.

Bahan Bacaan: Buku “Analisis Jabatan” oleh Moekijat

Waktu Kelonggaran dalam Analisis Beban Kerja


Waktu Untuk Kelelahan dan Keperluan Pribadi (Waktu Kelonggaran)

Waktu tambahan juga perlu diadakan untuk menghilangkan kelelahan. Beberapa jabatan memiliki Waktu Bukan Lingkaran (Noncyclical Time atau Down Time), sehingga tidak perlu ada waktu tambahan untuk kelelahan. Jabatan-jabatan yang lain mengandung banyak kegiatan yang menggunakan otot atau urat saraf dan diperlukan waktu tambahan untuk kelelahan yang lebih besar. Waktu tambahan untuk kelelahan ini hendaknya cukup banyaknya sehingga pegawai pada akhir hari kerja masih memiliki sisa tenaga untuk kegiatan-kegiatan sosial, rekreasi dan sebagainya.

Waktu untuk keperluan pribadi pegawai seperti waktu untuk makan, merokok, dan mengobrol dengan teman-teman sebelahnya adalah penting agar pegawai tetap segar.

Jumlah waktu untuk keperluan pribadi ini tergantung pada hakikat dan sifat jabatan. Jumlah waktu yang diperlukan untuk menghasilkan 1 potong atau 1 ton barang adalah jumlah waktu-waktu tersebut di atas. Pada Waktu Lingkaran ditambahkan Waktu untuk Unsur-unsur yang tidak merupakan lingkaran (Noncyctical Elements), Waktu untuk Kelelahan dan Waktu untuk Keperluan Pribadi yang dinayatakan kedalam prosentase dari Waktu Lingkaran (Cycle Time atau Cyclical Time).

Bahan Bacaan: Buku “Analisis Jabatan” oleh Moekijat

Work Cycle dalam Analisis Beban Kerja


Work Cycle (Lingkaran Pekerjaan) dalam Analisis Beban Kerja

Kebanyakan jabatan memiliki suatu lingkaran pekerjaan yang teratur yang selalu berulang kembali. Penyelidikan Gerak menunjukkan dan menstandardisasikan lingkaran pekerjaan tersebut sedemikian rupa sehingga dapat diukur waktunya dengan tepat. Adalah tidak mungkin membuat suatu penyelidikan waktu dengan tepat kecuali jika ada suatu lingkaran pekerjaan yang teratur. Seorang pemimpin misalnya tidak melakukan kewajiban-kewajiban yang selalu berulang pada jarak-jarak waktu tertentu. Tugas-tugas dari kebanyakan jabatan kantor tidak mengikuti suatu lingkaran pekerjaan yang teratur. Jabatan-jabatan yang lain memiliki lingkaran pekerjaan yang sangat lama sehingga mengandung banyak faktor yang tidak tetap (Variables) dan satu lingkaran tidak dapat disamakan dengan lingkaran yang lain. Penyelidikan Waktu hanya akan menimbulkan masalah-masalah kepegawaian, kecuali apabila ada lingkaran pekerjaan yang teratur dan ditentukan dengan tepat.

Lingkaran pekerjaan tersebut di atas kemudian diuraikan kedalam unsur-unsur pekerjaan yang merupakan pola-pola gerak pokok, atas dasar mana semua lingkaran dibuat. Pengalaman menunjukkan bahwa Penyelidikan Waktu menurut Unsur-unsurnya (menentukan waktu jabatan unsur demi unsur) merupakan metode yang paling seksama. Akan tetapi seperti halnya dengan Penyelidikan Gerak adalah lebih mudah membuat Penyelidikan Waktu secara keseluruhan dan secara kasar dibanding membuat suatu Penyelidikan Waktu menurut Unsur-unsurnya. Kesalahan-kesalahan yang timbul dari cara yang mudah tersebut merupakan sumber dari banyak masalah kepegawaian. Penggunaan para Penyelidik Waktu yang terlatih dan yang menyadari sepenuhnya akan kepentingan metode-metode yang baik akan menghapuskan sumber-sumber rasa tidak puas pegawai.

Noncyclical Elements (Unsur-Unsur yang Tidak merupakan Lingkaran)

Disamping unsur yang berulang dalam suatu jabatan, ada unsur-unsur yang berulang pada selang-selang (interval- interval) yang teratur tetapi tidak merupakan bagian dan setiap lingkaran pekerjaan. Pekerjaan meminyaki mesin secara berkala (periodik) dan menunggu bahan-bahan yang diserahkan merupakan unsur-unsur yang tidak berulang. Suatu Penyelidikan Waktu yang dilakukan secara teliti akan sangat berhati-hati dalam mendapatkan jumlah unsur yang tidak berulang dan lamanya waktu rata-rata yang diperlukan untuk unsur-unsur tersebut.

Penyelidikan Waktu tersebut memakan waktu yang lama dan ada suatu kecenderungan untuk menggunakan perkiraan-perkiraan yang kasar. Oleh karena jumlah Waktu Bukan-Lingkaran (Noncyclical Time) sering lebih besar dibanding waktu yang sungguh-sungguh dipergunakan untuk bekerja (Cycle Time), maka pembuatan perkiraan-perkiraan yang kasar dapat menimbulkan kesalahan yang besar.

Bahan Bacaan: Buku “Analisis Jabatan” oleh Moekijat

Motion Study dalam Analisis Beban Kerja


Penyelidikan Gerak (Motion Study) Dalam Analisis Beban Kerja

Penyelidikan waktu yang cermat tanpa penyelidikan gerak yang dilakukan secara seksama adalah tidak mungkin. Oleh karena itu maka penyelidikan gerak selalu didahului oleh analisis mengenai cara yang terbaik untuk melakukan suatu tugas, hal ini disebut dengan Penyelidikan Gerak (Motion Study). Penyelidikan gerak ini dikembangkan oleh Frank & Lilian Gilbreth, pelopor0-pelopor manajemen ilmiah. Dengan menggunakan suatu alat gerak-lamban (Slow Motion Projector) disertai dengan suatu alat untuk menentukan waktu yang khusus yang disebut Microchronometer pada latar belakang gambar, pada waktu yang bersamaan dapat dibuat penyelidikan gerak dan waktu yang tepat serta terinci. Metode ini adalah lebih rumit dibanding dengan penyelidikan dengan Stopwatch, tetapi hasilnya juga lebih teliti. Alat pemotret ini menunjukkan jalannya gerak dan ketidakteraturan-ketidakteraturan dalam jalannya gerak. Gerak lamban memungkinkan analisis yang tepat dari jalannya gerak, sehingga metode pekerjaan yang terbaik dapat diketemukan dan memungkinkan distandarisasikan. Dengan menghentikan alat pemotret, orang dapat membaca waktu pada Microchronometer untuk setiap unsur dalam lingkaran pekerjaan (Work Cycle) tersebut.

Masih dimungkinkan untuk melakukan Penyelidikan Waktu dari suatu jabatan tanpa terlebih dahulu membuat Penyelidikan Gerak dengan teliti, tetapi hasilnya akan kurang memuaskan. Penyelidikan Waktu mempunyai prasangka bahwa ada suatu metode tertentu untuk mengerjakan suatu jabatan. Suatu penyimpangan dari metode ini akan mengubah jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Penyelidikan Gerak tidak hanya berguna dalam riset untuk perencanaan alat-alat, susunan pekerjaan, pola-pola gerakan, penyelidikan mengenai kelahan dan pelatihan pegawai, tetapi juga penting bagi unit kerja kepegawaian untuk menentukan metode yang dipergunakan dalam mengerjakan tugas. Apabila timbul keberatan mengenai beban kerja maka harus diputuskan apakah pegawai telah mempergunakan metode yang telah diperintahkan atau apakah situasi telah berubah sedemikian rupa. sehingga metode yang diberikan tersebut tidak dapat dipergunakan lagi. Analisis    permulaan dari suatu jabatan yang dibuat sebelum penyelidikan waktu merupakan bagian pengukuran pekerjaan sehari penuh yang paling sulit dan memakan waktu lama. Oleh karena itu langkah yang penting ini sering dihapuskan atau dilaksanakan dengan tidak sempurna.

Bahan Bacaan: Buku “Analisis jabatan” oleh Moekijat

Time Study dalam Analisis Beban Kerja


     

Penyelidikan Waktu {Time Study) dalam Analisis Beban Kerja

Masalah penentuan beban kerja bukan merupakan masalah baru, tetapi sudah ada sejak adanya sistem upah. Dalam sistem produksi yang masih primitif, pegawai dapat mengawasi sendiri beban kerjanya karena ia merencanakan dan melakukan sendiri pekerjaannya. Pengawas hanya dapat mendorong agar pegawai-pegawainya bekerja lebih giat. Sistem produksi modern merencanakan pekerjaan. menentukan kecepatan jalannya mesin-mesin dan mengawasi arus bahan-bahan sedemikian rupa sehingga pegawai terpaksa mempertahankan kecepatan yang telah ditetapkan oleh manajemen. Meskipun manajemen terus-menerus mengadakan pengawasan terhadap beban kerja baik didalam kantor maupun didalam pabrik. hal ini tidak dapat disimpulkan bahwa pegawai-pegawai merasa puas dengan standar pekerjaan yang ditetapkan oleh unit kerja mesin. Insinyur-lnsinyur perusahaan telah menyempurnakan teknik penyeledikan waktu dengan harapan dapat memecahkan persoalan ini. Oleh karena penyelidikan waktu dapat menimbulkan banyak masalah dalam kepegawaian maka sudah selayaknya jika penyelidikan waktu dibahas lebih jauh.

Untuk menyelidiki pekerjaan dalam sehari secara benar, F.W. Taylor menentukan waktu suatu jabatan dengan mempergunakan stopwatch, ia berpendapat bahwa penyelidikan waktu secara menyeluruh adalah tidak memuaskan dan bahwa adalah lebih baik menentukan waktu bagian-bagian dari masing-masing jabatan. Ini merupakan permulaan dari suatu teknik yang banyak disempurnakan sejak jaman F.W. Taylor yang disebut dengan Penyelidikan Waktu menurut Unsur-Unsurnya (Elemental Time Study). Jabatan diuraikan kedalam unsur-unsurnya yang pokok atau kedalam gerak-geraknya yang penting. yang diperlukan untuk melaksanakan jabatan tersebut. Penguraian demikian menunjukkan urutan atau rangkaian dari pelaksanaan-pelaksanaan yang berulang. yang terjadi pada tiap jabatan, yang disebut dengan lingkaran-lingkaran (Cycles). Perhitungan gabungan unsur-unsur dalam suatu lingkaran dan pengukuran waktu lingkaran yang teliti akan menghasilkan waktu produksi yang diperlukan.

Waktu yang dipergunakan dalam kegiatan-kegiatan yang tidak langsung berhubungan dengan produksi disebut Waktu Bukan Lingkaran (Noncyclical Time). Penyelidikan waktu secara keseluruhan akan mengabaikan pentingnya Noncycfical Time ini dan membolehkan penghapusan Noncyclical Time yang tidak penting. Oleh karena itu hanya waktu minimum yang penting yang dibolehkan untuk ditambahkan pada pelaksanaan-pelaksanaan pekerjaan tersebut, seperti meminyaki dan menunggu bahan-bahan. Waktu-waktu Noncyclical Time disebut Allowances (waktu-waktu yang diperbolehkan untuk ditambahkan) dihitung sebagai prosentase dari waktu lingkaran (Cycle Time). Lagi pula Allowances diperlukan untuk Kelelahan dan Kebutuhan Pribadi. Jumlah keseluruhan Waktu Lingkaran dan Allowances menunjukkan seluruh waktu per kesatuan yang diperlukan untuk produksi. Melalui pengukuran waktu secara teliti yang diperlukan untuk mengerjakan suatu tugas, Taylor mengharapkan dapat mengurangi biaya dan mengakhiri pertentangan-perlentangan mengenai beban kerja yang sebenarnya.

Apabila waktu suatu jabatan telah ditentukan. maka Taylor beranggapan bahwa pekerjaan sehari yang benar (penuh) telah ditentukan secara ilmiah. Penyelidikan waktu dipergunakan untuk menghapuskan semua perdebatan tentang standar pelaksanaan pekerjaan. Metode ilmiah ini gunanya untuk memberikan standar yang relatif tidak dapat disangkal.

Bahan Bacaan: Berbagai sumber

Dosen Tamu Topik Workload Analysis di Program Profesi PIO UI Depok


Kuliah Topik Workload Analysis pada Fakultas Psikologi UI Program Magister Profesi Mayor Psikologi Industri & Organisasi (PIO) di Kampus UI Depok, Tanggal 5 Agustus 2009

Sumber: Dokumen Foto Adil Kurnia

Definisi Analisis Beban Kerja


Definisi Analisis Beban Kerja menurut Beberapa Ahli

Menurut Komaruddin (1996:235), analisa beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu, atau dengan kata lain analisis beban kerja bertujuan untuk menentukan berapa jumlah personalia dan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang tepat dilimpahkan kepada seorang petugas.

Menurut Simamora (1995:57), analisis beban kerja adalah mengidentifikasi baik jumlah karyawan maupun kwalifikasi karyawan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi.

Menurut Menpan (1997), pengertian beban kerja adalah sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu. Pengukuran beban kerja diartikan sebagai suatu teknik untuk mendapatkan informasi tentang efisiensi dan efektivitas kerja suatu unit organisasi, atau pemegang jabatan yang dilakukan secara sistematis dengan menggunakan teknik analisis jabatan, teknik analisis beban kerja atau teknik manajemen lainnya. Lebih lanjut dikemukakan pula, bahwa pengukuran  beban kerja merupakan salah satu teknik manajemen untuk mendapatkan informasi  jabatan, melalui proses penelitian dan pengkajian yang dilakukan secara analisis. Informasi jabatan tersebut dimaksudkan agar dapat digunakan sebagai alat untuk menyempurnakan aparatur baik di bidang kelembagaan, ketatalaksanaan, dan sumberdaya manusia.

Menurut Heizer dan Render (1996:98), standar tenaga kerja adalah jumlah waktu yang diperlukan rata-rata tenaga kerja, untuk mengerjakan aktivitas kerja khusus dalam kondisi kerja yang normal, atau dengan kata lain standar tenaga kerja dapat digunakan untuk menetapkan jumlah personil, agar mampu menghasilkan produksi yang diharapkan perusahaan. Lebih jauh dikatakan, bahwa untuk menentukan standar tenaga kerja dapat dilakukan dalam empat cara, yakni berdasarkan pengalaman masa lalu, pengkajian waktu, standar waktu sebelum penentuan, dan pengambilan contoh kerja.

Menurut T. Hani Handoko (1985:135), standar pekerjaan dapat diperoleh dari hasil pengukuran kerja atau penetapan tujuan partisipatip. Teknik pengukuran kerja yang dapat digunakan antara lain: studi waktu, data standar, data waktu standar yang telah ditetapkan sebelumnya, dan pengambilan sampel kerja (work sampling). Penetapan standar kerja dapat dilakukan melalui pembahasan antara manajer dengan para bawahannya, dimana materi pembahasan mencakup sasaran-sasaran pekerjaan, peranannya dalam hubungan dengan pekerjaan-pekerjaan lain, persyaratan-persyaratan organisasi, dan kebutuhan karyawan. Proses penentuan standar kerja seperti ini sering menimbulkan komitmen karyawan, semangat kerja, kepuasan, dan motivasi yang lebih besar. Standar kerja, kadang-kadang juga ditetapkan secara partisipatip dengan pemimpin organisasi buruh, hal ini karena para pemimpin serikat karyawan memahami pentingnya melakukan perundingan tentang standar-standar pelaksanaan berbagai pekerjaan, dan perjanjian-perjanjian hasil perundingan ditulis dalam kontrak kerja.

Menurut Moekijat (1995:58), analisis jabatan memberikan informasi tentang syarat-syarat tenaga kerja secara kualitatif serta jenis-jenis jabatan dan karyawan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugas. Jumlah waktu yang dipergunakan untuk menyelesaikan pekerjaan adalah sama dengan jumlah keempat waktu berikut :

  1. Waktu yang sungguh-sungguh dipergunakan untuk bekerja yakni waktu yang dipergunakan dalam kegiatan-kegiatan yang langsung berhubungan dengan produksi (waktu lingkaran/waktu baku/dasar).
  2. Waktu yang digunakan dalam kegiatan-kegiatan yang tidak langsung berhubungan dengan produksi (bukan lingkaran/non-cyclical time).
  3. Waktu untuk menghilangkan kelelahan (fatigue time).
  4. Waktu untuk keperluan pribadi (personal time).

Jumlah orang yang diperlukan untuk menyelesaikan jabatan/pekerjaan sama dengan jumlah waktu untuk menyelesaikan jabatan/pekerjaan dibagi dengan waktu yang diberikan kepada satu orang. Namun demikian, untuk menentukan jumlah orang yang diperlukan secara lebih tepat, maka jumlah tersebut perlu ditambah dengan prosentase tertentu akibat ketidakhadiran pegawai.

Menurut Irawan, Motik, dan Sakti (1997:63), dalam perencanaan sumberdaya manusia, selain kegiatan analisis jabatan juga diperlukan analisis beban kerja dan analisis kebutuhan tenaga kerja. Beban kerja adalah kapasitas produksi dikalikan waktu sedangkan kebutuhan tenaga kerja adalah beban kerja dibagi dengan rata-rata sumbangan tenaga karyawan perbulan.

Menurut Moeljadi (1992:93), perencanaan tenaga kerja dalam jangka panjang ditentukan oleh sisi permintaan perusahaan, yaitu perkiraan kebutuhan tenaga kerja dan sisi penawaran yaitu ketersediaan tenaga kerja di pasar. Perkiraan kebutuhan tenaga kerja perusahaan ditentukan oleh perkiraan tersedianya tenaga kerja di perusahaan dan rencana-rencana perusahaan. Sedangkan perkiraan tersedianya tenaga kerja itu sendiri, ditentukan dari analisis beban kerja, analisis perpindahan tenaga kerja dan analisis kelebihan atau kekurangan tenaga kerja. Analisis kelebihan atau kekurangan tenaga kerja perusahaan, berkaitan dengan besarnya jumlah tenaga kerja yang ada pada perusahaan tersebut berada pada kondisi berlebih atau kurang jika dikaitkan dengan beban kerja. Analisis tersebut dapat dilaksanakan jika sudah diketahui beban kerjanya. Dan analisis beban kerja sendiri memberikan arahan tentang produktivitas. Produktivitas kerja dapat digambarkan dalam efisiensi penggunaan tenaga kerja. Di mana tenaga kerja tersebut akan dapat digunakan secara efisien jika jumlah tenaga kerja yang ada seimbang dengan beban kerjanya.

Kesimpulan:

Dari semua uraian pemikiran sebagaimana tersebut di atas, tersirat makna bahwa dalam melaksanakan analis beban kerja diperlukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Hasil analisis jabatan yang berupa informasi jabatan.
  2. Menetapkan jumlah jam kerja per hari.
  3. Adanya satuan hasil.
  4. Waktu penyelesaian dari tugas-tugas/produk.
  5. Adanya standar waktu kerja.
  6. Adanya beban kerja yang akan diukur.
  7. Perhitungan jumlah pegawai yang dibutuhkan.

Sumber:

http://www.bkn.go.id

Pengertian Analisis Beban Kerja


Pengertian Beban Kerja

Beberapa definisi atau pengertian beban kerja (workload) adalah:

  1. Jumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh seseorang ataupun sekelompok orang selama periode waktu tertentu dalam keadaan normal.” (Haryanto, 2004)
  2. Work that a person is expected to do in a specified time.” (Dictionary Internet)
  3. The amount of work assigned to a person or a group, and that is to be done in a particular period.” (Dictionary Internet)
  4. The amount of labor hours requires to carry out specified maintenance tasks.” (Dictionary Internet)

Berdasarkan definisi-definisi di atas terlihat bahwa pengertian beban kerja terkait dengan 4 (empat) aspek yaitu:

  1. Aspek tugas-tugas yang harus dikerjakan
  2. Aspek seorang atau sekelompok orang yang mengerjakan tugas-tugas tersebut
  3. Aspek waktu yang digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut
  4. Aspek keadaan/kondisi normal pada saat tugas-tugas tersebut dikerjakan

Dengan demikian, pengertian analisis beban kerja (Workload Analysis) adalah suatu proses analisa terhadap waktu yang digunakan oleh seseorang atau sekelompok orang dalam menyelesaikan tugas-tugas suatu pekerjaan (jabatan) atau kelompok jabatan (unit kerja) yang dilaksanakan dalam keadaan/kondisi normal.

Sumber:

Materi Workshop Workload Analysis yang diselenggarakan oleh Value Consult dengan Lead Trainer Adil Kurnia.

« Older entries Newer entries »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 104 other followers